BeritaPerbankan – Di tengah melonjaknya harga barang dan jasa di berbagai belahan dunia, masih terdapat sejumlah negara yang menawarkan biaya hidup yang relatif lebih rendah. Faktor-faktor seperti kondisi ekonomi domestik, tingkat upah minimum, dan harga kebutuhan pokok memengaruhi rendahnya biaya hidup di negara-negara tersebut.
Menurut laporan terbaru Global Numbeo 2024, beberapa negara mencatat skor indeks biaya hidup yang sangat rendah. Indeks ini mencakup berbagai aspek pengeluaran seperti makanan, transportasi, utilitas, dan kebutuhan sehari-hari lainnya—belum termasuk biaya sewa tempat tinggal.
Berikut adalah 10 negara dengan biaya hidup paling murah di dunia per tahun 2024:
1. Pakistan
Pakistan menduduki posisi teratas sebagai negara dengan biaya hidup paling rendah, mencatat skor indeks 18,5. Rata-rata biaya hidup bulanan per orang di negara ini sekitar US$321,5 atau setara dengan Rp5.235.107, belum termasuk biaya sewa. Rendahnya biaya ini dipengaruhi oleh tantangan ekonomi domestik yang signifikan, termasuk inflasi dan tingkat pendapatan masyarakat yang rendah.
2. Nigeria
Negara penghasil minyak terbesar di Afrika ini memiliki skor indeks 19,3. Biaya hidup bulanan di Nigeria diperkirakan sekitar US$581,9 atau Rp9.475.300. Penurunan harga minyak dunia turut berkontribusi terhadap menurunnya harga kebutuhan pokok di negara ini, meskipun sektor energi menjadi tulang punggung ekonominya.
3. Libya
Dengan skor indeks 21,2, Libya menempati urutan ketiga. Biaya hidup per bulan di Libya diperkirakan mencapai US$375,3 atau Rp6.111.153. Namun, instabilitas politik dan keamanan dalam negeri sejak 2021 turut memengaruhi dinamika ekonominya secara keseluruhan.
4. India
India, negara dengan jumlah penduduk terbesar kedua di dunia, memiliki skor indeks 22,2. Rata-rata pengeluaran per bulan adalah sekitar US$345,8 atau Rp5.630.793. Menurut data World Population Review per 1 Agustus 2024, populasi India mencapai 1,44 miliar jiwa, yang turut memengaruhi rendahnya harga barang dan jasa secara umum.
5. Afghanistan
Afghanistan mencatatkan skor 22,8, dengan estimasi pengeluaran bulanan sebesar US$410,7 atau Rp6.687.585. Situasi politik yang belum stabil menjadikan daya beli masyarakat rendah, sehingga harga kebutuhan pokok pun tetap rendah.
6. Kenya
Kenya memiliki indeks biaya hidup sebesar 24,8. Biaya hidup per bulan di negara ini mencapai sekitar US$506 atau Rp8.239.391, di luar biaya sewa. Penurunan harga bahan bakar di Kenya turut memengaruhi turunnya biaya transportasi dan konsumsi.
7. Bangladesh
Dengan skor indeks 24,9, Bangladesh termasuk dalam daftar negara dengan biaya hidup termurah. Estimasi pengeluaran bulanan adalah US$368,4 atau Rp5.998.798. Meski tergolong rendah, kondisi upah minimum di industri padat karya, seperti garmen, masih menjadi perhatian—banyak pekerja hanya memperoleh sekitar Rp1,5 juta–Rp1,6 juta per bulan, menurut laporan Swedwatch.
8. Suriah
Suriah memiliki skor indeks 25 dengan rata-rata pengeluaran bulanan sekitar US$375,3 atau Rp6.111.153. Meski biaya hidupnya rendah, konflik yang masih berlangsung menjadikan kehidupan di Suriah penuh tantangan dan ketidakpastian.
9. Madagaskar
Negara pulau di Samudra Hindia ini memiliki indeks 25,2. Estimasi biaya hidup bulanan di Madagaskar mencapai US$413,6 atau Rp6.734.807. Kondisi geografis dan struktur ekonomi lokal turut memengaruhi harga-harga kebutuhan dasar di negara ini.
10. Tanzania
Tanzania menempati posisi ke-10 dengan skor 26. Pengeluaran bulanan per orang diperkirakan sekitar US$451,6 atau Rp7.353.575. Harga bahan bakar dan biaya transportasi yang menurun menjadi salah satu faktor utama yang membuat hidup di Tanzania relatif terjangkau.











