BeritaPerbankan – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) meraih keuntungan besar berkat lonjakan permintaan emas yang mendorong naiknya harga emas baik di pasar global maupun domestik. Kondisi ini tercermin jelas dalam kinerja keuangan emiten berkode ANTM sepanjang semester I 2025.
Dalam periode Januari–Juni 2025, Antam mencatat laba bersih Rp5,14 triliun, melonjak 240% dibandingkan semester I 2024 yang hanya sebesar Rp1,51 triliun. Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang sangat signifikan, yakni naik 154,51% secara tahunan (yoy).
Hingga Juni 2025, pendapatan perseroan mencapai Rp59,02 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp23,19 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Keuangan sekaligus Manajemen Risiko Antam, Arianto Sabtonugroho Rudjito, dalam Public Expose 2025 yang digelar BEI, menegaskan bahwa bisnis logam mulia menjadi motor utama pendapatan perseroan. “Kontribusi terbesar berasal dari emas dengan porsi sekitar 84%, disusul oleh nikel sebesar 13%,” ungkapnya.
Pada paruh pertama 2025, penjualan emas Antam mencapai Rp49,54 triliun atau 84% dari total pendapatan, tumbuh 163% dibandingkan Rp18,83 triliun pada tahun sebelumnya. Volume penjualan emas pun meningkat 84% menjadi 29.305 kilogram.
Kinerja emas semakin terdorong oleh tingginya kebutuhan dalam negeri dan pemanfaatan kanal digital. Kehadiran aplikasi ANTAM Logam Mulia yang dirilis pada Maret 2025 terbukti efektif mendongkrak penjualan ritel.
Sementara itu, harga emas dunia yang menjadi acuan juga menunjukkan tren menguat. Berdasarkan data Refinitiv, harga spot emas global naik 25,8% sepanjang semester pertama 2025.











