BeritaPerbankan – Gejolak politik dalam negeri berdampak signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), terutama setelah adanya demonstrasi besar pada 22 Agustus terkait revisi UU Pilkada. Demonstrasi ini dipicu oleh keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menerima gugatan mengenai ambang batas suara partai dalam pencalonan gubernur.
Pada Kamis, 22 Agustus 2023, saat demonstrasi berlangsung, IHSG ditutup melemah 0,87% ke level 7.488,68, setelah sebelumnya mengalami penguatan selama empat hari berturut-turut. Namun, pada penutupan perdagangan Jumat, 23 Agustus 2024, IHSG kembali menguat 0,74% ke posisi 7.544,3, kembali menembus level psikologis 7.500.
Pada akhir perdagangan Kamis lalu, nilai transaksi sekitar Rp 38 triliun dengan volume transaksi 18 miliar lembar saham dan ditransaksikan lebih dari 1,1 juta kali. Sebanyak 194 saham mencatatkan penguatan, 389 saham melemah, dan 202 saham stabil.
Meskipun ada aksi demonstrasi besar-besaran, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net foreign buy sebesar Rp 1,26 triliun di seluruh pasar. Rinciannya, ada net buy sebesar Rp 1,59 triliun di pasar reguler, dan net foreign sell sebesar Rp 328,03 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Beberapa saham yang diminati oleh investor asing antara lain BBRI, ASII, BBCA, serta sektor konsumer seperti INDF. Di sisi lain, beberapa saham mencatatkan penjualan bersih oleh investor asing. Saham dengan net sell asing terbesar pada perdagangan kemarin adalah BBNI dengan nilai Rp 50,6 miliar, diikuti oleh MNCN sebesar Rp 23,9 miliar dan BBKP sebesar Rp 19,8 miliar.











