BeritaPerbankan – Bank Indonesia (BI) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) menargetkan Indonesia dapat menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia di masa depan. Langkah ini merupakan bagian dari kesinambungan pengembangan yang telah digarap secara intensif selama sepuluh tahun terakhir.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa sejak 2015 berbagai kemajuan telah dicapai dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Salah satu keberhasilan yang menonjol adalah pencapaian Indonesia sebagai pemimpin global dalam bidang modest fashion, sehingga menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen syariah dunia.
“Alhamdulillah, selama 10 tahun terakhir Indonesia berhasil menjadi salah satu pemain utama dalam ekonomi dan keuangan syariah global. Saat ini, Indonesia berhasil menduduki peringkat teratas dalam industri modest fashion dan bahkan menjadi pusat rujukan dunia,” ujar Perry dalam Sarasehan Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah Refleksi Kemerdekaan RI ke-80 di Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Di sektor keuangan, Perry menambahkan bahwa Indonesia telah memiliki bank syariah terbesar, yaitu BSI, dan secara global menempati posisi tiga besar dalam pengembangan keuangan syariah. Meski begitu, ia menegaskan bahwa capaian tersebut masih perlu diperkuat agar Indonesia benar-benar menjadi arus utama dalam ekonomi syariah dunia.
Untuk itu, BI menyiapkan enam strategi utama, yakni:
- Gerbang Santri
Mengembangkan pesantren sebagai pusat ekonomi umat melalui peningkatan produktivitas, digitalisasi usaha, dan tata kelola keuangan yang lebih baik, sekaligus memperkuat rantai nilai halal. - Jawara Ekspor
Mendorong jaringan wirausaha syariah untuk menembus pasar internasional dengan produk halal lewat aggregator dan integrasi sistem ekspor - Gema Halal
Gerakan kolektif untuk mempercepat pengembangan industri halal, mulai dari penyediaan bahan baku, percepatan sertifikasi, penguatan pusat halal di berbagai daerah, hingga peningkatan perlindungan konsumen. - Sapa Syariah
Memperkuat sinergi dan akses pembiayaan syariah, termasuk pengembangan pasar uang dan pasar valas berbasis syariah, sehingga ekosistem keuangan syariah semakin kokoh. - Kanal Ziswaf
Kolaborasi nasional untuk mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf sebagai sumber pembiayaan sosial syariah yang lebih berkelanjutan. - Lentera Emas
Dalam rangka mendorong literasi dan inklusi ekonomi syariah menuju Indonesia Emas, digelar berbagai ajang seperti Fesyar dan ISEF.
“Semua strategi ini kami jadikan sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ekonomi dan keuangan syariah, sehingga benar-benar bisa menjadi dakwah yang membawa keberkahan,” tutur Perry.











