TRENDING
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank 1 month ago
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham 1 month ago
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau 1 month ago
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026 1 month ago
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta 1 month ago
berikutnya
sebelum
Search
09/02/2026
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Search
Close
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Home LPS

Bunga Penjaminan LPS Makin Jauh dari BI Rate, Apa Dampaknya?

Timbulkan Kekhawatiran terhadap Stabilitas Sistem Keuangan dan Perilaku Deposan

oleh Nara
20/07/2025
in Bank
Reading Time:2 mins read
131 3
0
Bunga Penjaminan LPS Makin Jauh dari BI Rate, Apa Dampaknya?
153
SHARE
1.9k
VIEWS
Share on WhatssappShare on Twitter

BeritaPerbankan – Hubungan antara suku bunga penjaminan simpanan yang ditetapkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menunjukkan dinamika baru.

Mulai Bulan Juli 2025 ini, LPS menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) simpanan dalam rupiah sebesar 25 basis poin menjadi 4,00% untuk bank umum dan 6,50% untuk BPR. Adapun BI tetap mempertahankan suku bunga acuannya di 5,50%. Hal ini menciptakan selisih sebesar 150 basis poin antara TBP LPS untuk simpanan rupiah di bank umum dan BI Rate, di mana bunga penjaminan berada di bawah suku bunga acuan.

Fenomena ini memperpanjang tren yang telah berlangsung sejak 2022, berbeda dengan kondisi sebelum pandemi hingga 2021, ketika bunga penjaminan LPS biasanya lebih tinggi dari BI Rate. Antara Januari 2019 hingga Juli 2021, bunga penjaminan simpanan rupiah LPS berada di atas suku bunga acuan BI, dengan selisih antara 50 hingga 125 basis poin. Namun, pada periode September 2021 sampai Mei 2022, keduanya sempat setara di level 3,50%.

Tren baru dimulai pada kuartal IV 2022, saat LPS menetapkan TBP simpanan bank umum di angka 3,75%, sementara BI Rate sudah naik ke 4,75%, menciptakan gap 100 basis poin. Akibatnya, bunga penjaminan LPS selalu lebih rendah dibandingkan suku bunga acuan, dengan perbedaan terbesar tercatat pada April–Agustus 2024 sebesar 200 basis poin (TBP 4,25% vs BI Rate 6,25%).

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan stabilitas sistem keuangan dan kondisi ekonomi nasional. “Situasi saat ini membuat suku bunga penjaminan LPS lebih rendah dari BI Rate. Ke depannya akan bergantung pada dinamika yang ada,” jelas Purbaya dalam wawancara, Selasa (15/7/2025).

Purbaya menambahkan bahwa penurunan TBP selaras dengan upaya menjaga pertumbuhan intermediasi perbankan dan mendukung arah kebijakan suku bunga yang kondusif terhadap pertumbuhan ekonomi dan likuiditas perbankan. Sinergi antara otoritas keuangan dalam memastikan transmisi kebijakan moneter justru berjalan efektif.

Keputusan LPS tersebut setelah mempertimbangkan langkah Bank Indonesia yang memangkas suku bunga acuannya dari 5,75% menjadi 5,50%. BI juga menurunkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,75%, sementara Lending Facility tetap berada di level 6,25%.

Kepala Riset LPPI, Trioksa Siahaan, menilai bahwa selisih ini dapat mengubah perilaku nasabah. Jika bunga simpanan yang ditawarkan bank melebihi batas jaminan LPS, maka simpanan tersebut tidak sepenuhnya dijamin, sehingga deposan berpotensi memindahkan dananya ke bank-bank besar yang dianggap lebih aman.

Trioksa juga menyebut bahwa tingginya suku bunga simpanan mendorong bank untuk menaikkan bunga kredit, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kredit. Menurutnya suku bunga penjaminan LPS tidak bisa terlalu jauh dari suku bunga acuan BI agar bank bisa tetap bersaing tanpa mengambil risiko berlebihan.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,50% merupakan langkah menjaga kestabilan nilai tukar dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian global.

Source: https://finansial.bisnis.com/
Tags: BI rateTBP LPS
Previous Post

12 Nama Kandidat ini Lolos Tahap Awal Seleksi Calon DK LPS 2025-2030

Next Post

Harga Perak Tidak Stabil: Melonjak dan Anjlok

Next Post
Harga Perak Tidak Stabil: Melonjak dan Anjlok

Harga Perak Tidak Stabil: Melonjak dan Anjlok

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dulu Produsen Chip Terbesar di Dunia, Nasib Intel Kini Miris

Dulu Produsen Chip Terbesar di Dunia, Nasib Intel Kini Miris

24/09/2024
LPS Gugat Pengurus/Pemegang Saham Bank Gagal yang Nakal. Ini Daftar Bank dan Pengurusnya!

LPS Akan Mengkaji Lagi Wacana Pemberian Potongan Premi bagi Perbankan yang Menyalurkan Kredit Hijau

23/11/2022
Ketua LPS: Perbankan Nasional dalam Kondisi Baik, Permodalan Tebal dan Likuiditas Sangat Ample

LPSK Hanya Akan Menjamin Perusahaan Asuransi yang Sehat

23/12/2022
LPS dan Bareskrim Perkuat Sinergi Berantas Kejahatan di Sektor Keuangan

LPS dan Bareskrim Perkuat Sinergi Berantas Kejahatan di Sektor Keuangan

19/06/2025
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

03/01/2026
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

0
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

0
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

0
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

0
Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

0
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

03/01/2026
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

03/01/2026
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

03/01/2026
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

03/01/2026
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

31/12/2025

About Us

Privacy Policy

Redaksi

Pedoman Media Siber

© 2021 Beritaperbankan.id All Rights Reserved.

Add BeritaPerbankan.id to your Homescreen!

Add
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.