BeritaPerbankan – Lembaga pemeringkat internasional Rating and Investment Information, Inc. (R&I) kembali mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB+ dengan outlook stabil dalam laporan terbarunya pada 24 Oktober 2025.
Dalam keterangan resmi, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, menjelaskan bahwa keputusan R&I tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, serta penerapan kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati (prudent).
R&I menilai perekonomian Indonesia memiliki fondasi yang solid, ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang konsisten, inflasi yang terkendali dalam sasaran, serta disiplin kebijakan fiskal dan moneter yang terjaga.
Deni menambahkan, berdasarkan hasil penilaian R&I, kinerja ekonomi nasional pada 2024 menunjukkan hasil yang positif sehingga lembaga tersebut memperkirakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil akan tetap berada dalam tren yang sehat dan berkelanjutan di tahun 2025.
Tingkat inflasi yang terjaga dalam rentang target 2,5% ±1% menjadi salah satu faktor positif yang diakui R&I. Sementara itu, nilai tukar rupiah dinilai relatif stabil meskipun sempat menghadapi tekanan eksternal.
Selain itu, cadangan devisa Indonesia per akhir September 2025 berada pada posisi yang kuat, mampu menutupi sekitar enam bulan kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Defisit transaksi berjalan juga diperkirakan tetap rendah dan terkendali.
R&I memberikan apresiasi terhadap konsistensi kebijakan fiskal Indonesia yang terus menjaga defisit anggaran di bawah 3% dari PDB. Pada tahun 2024, defisit tercatat sebesar 2,3%, sementara target defisit untuk 2025 disesuaikan dari 2,5% menjadi 2,78% guna mendukung pembiayaan program-program prioritas nasional.
Adapun proyeksi defisit tahun 2026 berada di kisaran 2,68%, mencerminkan arah kebijakan fiskal yang terukur dan berorientasi pada keberlanjutan jangka menengah. R&I juga memperkirakan rasio utang pemerintah terhadap PDB akan tetap stabil di sekitar 40%.
R&I menyoroti tiga langkah strategis yang perlu terus diperkuat pemerintah Indonesia, yaitu:
- Memperluas basis penerimaan negara untuk mendukung ruang fiskal yang berkelanjutan.
- Meningkatkan kemudahan berusaha dan mendorong reformasi struktural guna mencapai target pertumbuhan ekonomi jangka menengah.
- Memperkuat kebijakan ekonomi dan fiskal, termasuk optimalisasi peran lembaga baru, Danantara, dalam mendukung pembiayaan pembangunan.
Dengan dipertahankannya peringkat BBB+ dengan outlook stabil, Kementerian Keuangan menilai hasil ini sebagai bentuk pengakuan terhadap komitmen Indonesia dalam melaksanakan reformasi ekonomi, pengelolaan fiskal yang kredibel, serta pembangunan inklusif dan berkelanjutan.











