BeritaPerbankan — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas sudah dapat diperdagangkan mulai tahun depan. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa saat ini draf Peraturan OJK (POJK) mengenai ETF Emas tengah memasuki tahap akhir penyusunan di internal OJK.
Setelah proses finalisasi internal selesai, rancangan aturan tersebut akan dilanjutkan ke tahap harmonisasi di Kementerian Hukum sebelum ditetapkan secara resmi dan diundangkan.
Inarno menegaskan, OJK tetap menargetkan penetapan POJK ETF Emas dengan mempertimbangkan kesiapan tahapan harmonisasi hingga pengundangan. Namun, apabila terdapat penyesuaian jadwal, implementasi produk ini diproyeksikan dapat dimulai pada semester I 2026 setelah regulasi resmi diterbitkan, ujar Inarno dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/12).
Lebih lanjut, Inarno menjelaskan bahwa POJK ETF Emas dirancang secara menyeluruh untuk mengatur seluruh ekosistem produk. Aturan tersebut mencakup ketentuan perizinan, proses penerbitan dan pengelolaan, ketersediaan emas fisik, mekanisme penyimpanan, serta peran sponsor dan dealer partisipan dalam menjaga likuiditas pasar.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum terdapat pengaturan mengenai insentif khusus dalam POJK tersebut. Meski demikian, OJK berharap kehadiran ETF Emas dapat menambah alternatif instrumen investasi berbasis komoditas yang lebih transparan, terstandar, dan aman bagi para investor.
OJK juga terus mendorong pengembangan reksa dana dan ETF berbasis indeks melalui berbagai langkah, antara lain dengan memperkuat peran pelaku industri, meningkatkan literasi investor untuk memperdalam pasar, serta memperluas pilihan investasi yang efisien dan transparan guna mendukung likuiditas pasar.
Menurut Inarno, instrumen investasi berbasis indeks masih memiliki prospek positif sebagai sarana diversifikasi untuk jangka menengah hingga panjang. Kinerja saham-saham berkapitalisasi besar menjadi salah satu faktor pendukung, meskipun prospeknya tetap bergantung pada konsistensi indeks acuan serta tingkat kepercayaan investor.











