BeritaPerbankan – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan bahwa ekonomi Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh meskipun tantangan global masih menyelimuti perekonomian dunia. Optimisme ini diungkapkan dalam pertemuan triwulanan KSSK yang dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa, yang bertempat di Gedung LPS, Jakarta.
Dalam paparannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 diproyeksikan mencapai 5,2%. Ia mengungkapkan bahwa tekanan terhadap perekonomian global mulai mereda pada kuartal ketiga tahun ini, meskipun masih ada risiko yang perlu diwaspadai, terutama terkait dengan dinamika geopolitik global.
“Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal kedua tahun 2024 akan berada di sekitar 5,0%, atau bahkan sedikit lebih tinggi,” kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengungkapkan pertumbuhan ekonomi RI didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat dan pulihnya sektor investasi pasca pandemi. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ekspor barang Indonesia masih menunjukkan peningkatan yang signifikan, yang berkontribusi mendorong surplus neraca perdagangan.
“Dengan adanya perkembangan positif ini, kami optimistis ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh dalam kisaran 5% hingga 5,2% pada tahun ini,” tambahnya.
Namun demikian, Sri Mulyani juga mengingatkan bahwa ketidakpastian di pasar keuangan global masih tinggi, meskipun pertumbuhan ekonomi dunia relatif stabil. Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) IMF yang diterbitkan pada Juli 2024, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan hanya mencapai 3,2%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan 3,3% pada tahun 2023.
“Kondisi global saat ini masih ‘gelap,’ sebagaimana dinyatakan oleh Managing Director IMF Kristalina Georgieva. Namun, dengan menjaga stabilitas dan meningkatkan kewaspadaan, kami yakin Indonesia dapat menghadapi tantangan ini,” ujar Sri Mulyani dengan tegas.
Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) Indonesia sendiri, menurut Sri Mulyani, masih terjaga dengan baik sepanjang kuartal kedua 2024. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang tetap bergerak maju, inflasi yang terkendali, dan perbaikan pasar keuangan.
“Demand domestik, baik konsumsi maupun investasi, serta peningkatan ekspor ke mitra dagang utama seperti India, terus mendukung pertumbuhan ekonomi kita,” jelasnya.
Rapat triwulanan KSSK mengkaji dan memperbarui kondisi sistem keuangan nasional. Koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS terus diperkuat guna memastikan stabilitas keuangan di tengah dinamika perekonomian global yang masih sangat fluktuatif.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan pandangannya bahwa meskipun ketidakpastian global tetap menjadi tantangan utama, Indonesia masih memiliki fondasi ekonomi yang relatif kuat untuk terus bertahan dan berkembang.
“Dengan langkah-langkah kebijakan yang tepat, kami optimistis ekonomi Indonesia akan terus tumbuh di tengah situasi global yang penuh tantangan,” ujar Perry.
Di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengatakan bahwa pengawasan terhadap sektor jasa keuangan akan terus ditingkatkan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
“OJK akan terus melakukan pengawasan ketat untuk memastikan sektor keuangan tetap solid dan berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa peran LPS dalam menjaga stabilitas sistem keuangan tetap penting, terutama dalam memastikan kepercayaan publik terhadap sistem perbankan nasional.
“Kami akan terus berupaya untuk menjaga stabilitas dan keamanan simpanan masyarakat di bank-bank yang ada di Indonesia,” tegasnya.
Purbaya menambahkan bahwa sinergi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong perekonomian nasional menuju pertumbuhan yang berkelanjutan di tahun 2024.











