BeritaPerbankan – Pada 14 Agustus 2025, empat lembaga keuangan negara—Bank Indonesia (BI), OJK, Kementerian Keuangan, dan LPS—mengadakan program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like-It!) di Jakarta. Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Pramuka dengan mengusung tema “Generasi Muda Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas.”
Dalam kesempatan itu, Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengajak sekitar 3.000 anggota Pramuka dari berbagai tingkatan untuk semakin mencintai Rupiah seperti layaknya di Jepang dimana uang dihargai dan dijaga rapi karena memuat simbol penting bangsa.
Menurutnya, melalui Program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, masyarakat diharapkan tidak hanya menghormati jasa pahlawan yang diabadikan pada mata uang, tetapi juga memahami cara menggunakan Rupiah dengan bijak.
Mahendra Siregar selaku Ketua Dewan Komisioner OJK, mengapresiasi semangat menabung di kalangan pelajar yang sangat tinggi dimana saat ini simpanan pelajar di perbankan ada 59 juta rekening tabungan dengan total nominal mencapai Rp 32 triliun.
Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono juga mengungkapkan bahwa kebiasaan menabung dapat memberikan dampak besar bagi pembangunan jangka panjang karena bisa menciptakan efek berganda bagi perekonomian dengan menggerakkan banyak sektor usaha.
Kegiatan Like-It! mendapat sambutan hangat dari para peserta. Prima (16), seorang Pramuka Penggalang dari Jakarta Selatan, mengaku semakin memahami cara menabung dan berinvestasi dengan benar. Bahkan ia bercita-cita membuka rekening dana nasabah (RDN) saat berusia 17 tahun untuk mulai berinvestasi.
Peserta lain, Nefrid (17) asal Kupang, NTT, menyampaikan bahwa acara ini membuatnya lebih sadar pentingnya menabung dan mengurangi sifat konsumtif. Menurutnya, pengalaman belajar di kegiatan ini menyenangkan sekaligus bermanfaat.
Pendamping kontingen NTT, Ratna, juga mengapresiasi program tersebut. Menurutnya sangat penting paham literasi keuangan agar generasi muda bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan karena di masa kini anak-anak sudah akrab dengan transaksi digital, termasuk penggunaan paylater.











