BeritaPerbankan – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendorong masyarakat agar lebih cermat dan bijak dalam memilih instrumen investasi. Dorongan tersebut disampaikan dalam talkshow bertajuk Level Up Yourself, Safe Skills for A Bright Futureyang digelar LPS di A&M.Co Jogja, Sabtu (27/9/2025).
Kepala Divisi Kehumasan LPS, Nur Budiantoro, menekankan bahwa tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi harus diimbangi dengan pengetahuan yang memadai, terutama terkait aspek keamanan dana. Menurutnya, bank masih menjadi instrumen yang paling aman untuk menyimpan maupun mengembangkan dana masyarakat.
“Kami mendorong masyarakat menggunakan layanan perbankan dalam menabung atau menyimpan dana. Tidak perlu khawatir, karena LPS menjamin simpanan nasabah di semua bank,” ujarnya.
Saat ini, seluruh bank di Indonesia wajib menjadi anggota LPS. Dengan aturan tersebut, simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan, deposito, maupun giro akan terlindungi. LPS memberikan jaminan simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat sesuai ketentuan yang berlaku.
Nur Budiantoro menegaskan, jaminan ini menjadi bukti nyata peran LPS sebagai penjaga stabilitas sistem keuangan nasional. “Produk perbankan dapat dimanfaatkan sebagai instrumen yang aman untuk berinvestasi, terutama bagi masyarakat yang ingin meminimalkan risiko,” tambahnya.
Selain menekankan keamanan simpanan, LPS juga mengingatkan pentingnya menetapkan target investasi. Dengan adanya target yang jelas, masyarakat dapat mengendalikan pola konsumsi yang kerap tidak sejalan dengan tujuan keuangan jangka panjang.
“Investasi adalah langkah menuju financial freedom. Jika masyarakat disiplin menetapkan target, tujuan finansial akan lebih mudah tercapai,” jelas Nur.
Talkshow tersebut juga menghadirkan content creator Danang Giri Sadewa. Ia menyoroti peran generasi muda yang kini semakin aktif dalam aktivitas finansial, baik melalui konten digital maupun kegiatan usaha.
Menurut Danang, manajemen finansial menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan pemasukan dan pengeluaran. “Kalau ingin meningkatkan gaya hidup, yang harus dinaikkan adalah pendapatannya, bukan pengeluarannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, anak muda perlu lebih bijak dalam mengelola dana agar tidak terjebak pada pola konsumsi yang tidak produktif. Dengan pemahaman finansial yang baik, generasi muda dapat lebih percaya diri dalam memilih instrumen investasi yang aman dan sesuai kebutuhan.
Melalui kegiatan ini, LPS menegaskan komitmennya untuk terus mendorong literasi keuangan masyarakat. Edukasi tentang pentingnya keamanan simpanan dan strategi investasi yang sehat diharapkan dapat membantu masyarakat membangun fondasi finansial yang kuat.
Dengan jaminan simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, LPS memastikan masyarakat dapat berinvestasi dengan lebih tenang. Di tengah beragam tawaran instrumen keuangan, LPS mengingatkan agar masyarakat tidak tergiur semata oleh iming-iming keuntungan tinggi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan dan perlindungan dana.











