TRENDING
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank 1 week ago
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham 1 week ago
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau 1 week ago
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026 1 week ago
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta 2 weeks ago
berikutnya
sebelum
Search
13/01/2026
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Search
Close
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Home Bank

LPS Bayar Klaim Rp277,21 Miliar untuk 10 BPR/BPRS di Bali

oleh Permadi
31/10/2024
in Bank
Reading Time:2 mins read
131 2
0
Nasabah Diminta Tenang, LPS Siap Bayar Klaim Simpanan PT BPR Nature Primadana Capital
152
SHARE
1.9k
VIEWS
Share on WhatssappShare on Twitter

BeritaPerbankan – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus berkomitmen dalam mejaga stabilitas sistem perbankan nasional dan melindungi dana simpanan nasabah sejak beroperasi pada tahun 2005. Sepanjang 19 tahun beroperasi, LPS melaporkan telah membayar klaim penjaminan simpanan nasabah dari 10 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) di Provinsi Bali dengan total sebesar Rp277,21 miliar, yang mencakup 19.884 rekening simpanan layak bayar.

Kepala Kantor Perwakilan LPS II, Bambang S. Hidayat, mengatakan bahwa dari sepuluh bank tersebut, delapan diantaranya telah selesai dilikuidasi. Sementara dua BPR lainnya masih dalam proses likuidasi. Wilayah kerja LPS II yang dipimpin oleh Bambang mencakup Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan.

Menurut Bambang, penutupan BPR atau BPRS tidak selalu mencerminkan penurunan kondisi ekonomi. Sebaliknya, hal tersebut lebih sering terkait dengan masalah internal, terutama tata kelola yang kurang baik. Ia menegaskan bahwa penutupan BPR/BPRS di Bali tidak berdampak signifikan terhadap keberlangsungan bisnis perbankan maupun perekonomian secara keseluruhan.

“Penutupan bank-bank tersebut tidak memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian secara keseluruhan. Nasabah pun tetap aman karena simpanan mereka dijamin oleh LPS,” ujarnya.

Dalam konteks ekonomi Bali secara umum, Bambang mengungkapkan bahwa simpanan di bank umum di provinsi tersebut menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pada Agustus 2024, simpanan bank umum di Bali meningkat sebesar 8,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan pertumbuhan ini mampu melampaui angka pertumbuhan nasional.

“Provinsi Bali terus mencatatkan pertumbuhan yang kuat dalam simpanan perbankan, bahkan melampaui angka pertumbuhan nasional,” ungkapnya.

Berdasarkan data, jumlah rekening di Bali mencapai 8,66 juta, menempatkannya pada urutan ke-17 secara nasional. Namun, dari segi nominal, Bali menempati posisi ke-7 dengan total simpanan mencapai Rp171,64 triliun. Ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah rekening di Bali relatif lebih sedikit, nilai simpanan yang ada sangat besar, mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan di wilayah tersebut.

Selain itu, LPS juga sedang bersiap untuk menjalankan peran barunya sebagai penyelenggara Program Penjaminan Polis (PPP) yang efektif mulai Januari 2028. Program ini merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sistem Keuangan (UU P2SK) yang bertujuan melindungi pemegang polis, tertanggung, dan peserta asuransi dari potensi kerugian jika perusahaan asuransi dicabut izin usahanya.

“Sejalan dengan implementasi UU P2SK, LPS telah melakukan berbagai perubahan struktural dan persiapan untuk menjalankan tugas baru ini. Salah satunya adalah pembentukan divisi baru yang akan mengawasi pelaksanaan Program Penjaminan Polis,” jelas Bambang.

Pada tahun 2023, LPS telah menyelesaikan restrukturisasi organisasi, termasuk pembentukan Badan Supervisi LPS, pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM), serta penyusunan tata kelola dan aturan terkait dengan pelaksanaan program ini.

Ke depan, pada tahun 2024, LPS menargetkan penyelesaian seluruh regulasi pelaksanaan yang diperlukan berdasarkan UU P2SK. Langkah-langkah persiapan juga akan dilanjutkan pada tahun 2025, mencakup penyesuaian peta teknologi informasi dan pengembangan infrastruktur teknologi yang diperlukan untuk mendukung program ini. LPS juga akan fokus pada pengembangan kompetensi SDM serta penyelesaian pengembangan proses bisnis yang berkaitan dengan PPP.

Lebih lanjut, antara tahun 2026 dan 2027, LPS akan melakukan pemenuhan kebutuhan SDM dan pengembangan teknologi informasi tahap lanjutan guna memastikan keberhasilan implementasi Program Penjaminan Polis. Ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang LPS dalam memperkuat sistem keuangan dan melindungi para nasabah maupun pemegang polis di seluruh Indonesia.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, LPS terus memperkokoh perannya dalam menjaga stabilitas sektor keuangan dan melindungi kepentingan masyarakat. Melalui jaminan simpanan dan persiapan pelaksanaan Program Penjaminan Polis, LPS berupaya memastikan bahwa nasabah dan pemegang polis dapat merasa tenang dan terlindungi, meski menghadapi risiko ketidakstabilan di sektor perbankan maupun asuransi.

 

Tags: AsuransiBaliBPRBPRSlembaga penjamin simpananLPSojkpenjaminan polis asuransiUU P2SK
Previous Post

KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Terjaga di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Next Post

Begini Strategi LPS Jaga Stabilitas Sistem Keuangan Nasional

Next Post
LPS Kembali Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) di Bank Umum 4,25% dan BPR 6,75%

Begini Strategi LPS Jaga Stabilitas Sistem Keuangan Nasional

  • Trending
  • Comments
  • Latest
LPS Jamin Dana Nasabah BPR Dwicahaya Nusaperkasa, Usai Izin Dicabut OJK

Daftar 26 Bank yang Dilikuidasi LPS Periode 2024-2025

12/11/2025
LPS Gandeng Industri Asuransi Siapkan Program Penjaminan Polis

LPS Siapkan Skema Premi Untuk Program Penjaminan Polis

07/11/2025
LPS: Negara Perlu Ciptakan Pasar Keuangan yang Efisien

LPS: Negara Perlu Ciptakan Pasar Keuangan yang Efisien

15/10/2021
Profil Lengkap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani

Profil Lengkap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani

09/09/2025
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

03/01/2026
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

0
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

0
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

0
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

0
Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

0
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

03/01/2026
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

03/01/2026
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

03/01/2026
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

03/01/2026
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

31/12/2025

About Us

Privacy Policy

Redaksi

Pedoman Media Siber

© 2021 Beritaperbankan.id All Rights Reserved.

Add BeritaPerbankan.id to your Homescreen!

Add
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.