BeritaPerbankan – Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan bagi pelajar SMK Negeri 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi keuangan di kalangan generasi muda.
Sebanyak 70 siswa dan sembilan guru pendamping mengunjungi Kantor Perwakilan LPS II Surabaya. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan dasar agar mampu bersikap cakap, bijak, dan aman dalam memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks.
Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, menilai literasi keuangan bagi pelajar merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang sadar risiko dan memiliki kepercayaan terhadap sistem keuangan formal. Menurutnya, pemahaman sejak dini akan membantu masyarakat lebih siap menghadapi berbagai tantangan keuangan di masa depan.
“Kami menyambut baik kegiatan literasi keuangan ini, terutama karena menyasar pelajar sebagai generasi penerus. Melalui edukasi seperti ini, LPS dapat mengenalkan tugas dan fungsinya sekaligus menegaskan pentingnya menabung di bank yang aman dan simpanannya dijamin,” ujar Bambang di Surabaya, Kamis (18/12/2025).
Ia menambahkan, sinergi antara LPS dan OJK akan terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri jasa keuangan sekaligus mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan.
Kepala Program Studi Layanan Perbankan Syariah SMK Negeri 1 Pandaan, Iswahyudi, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang sulit diperoleh di ruang kelas.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai sarana pembelajaran langsung. Siswa dapat memahami lebih dekat bagaimana dunia industri, khususnya perbankan dan keuangan, berperan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Asisten Manager Senior OJK Provinsi Jawa Timur, Rinaldi Nugraha, menyampaikan materi pengenalan OJK dan industri jasa keuangan, sekaligus mengingatkan peserta mengenai potensi kejahatan keuangan yang kerap menyasar generasi muda. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penipuan digital, investasi ilegal, dan penyalahgunaan data pribadi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Kantor Perwakilan LPS II Surabaya yang disampaikan oleh Tanti Mitasari. Materi mencakup tugas dan fungsi LPS, pentingnya membangun budaya menabung sejak dini, serta penjelasan mengenai syarat penjaminan simpanan. Pemahaman ini dinilai krusial agar siswa mengetahui hak dan kewajiban mereka sebagai nasabah bank.











