TRENDING
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank 1 month ago
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham 1 month ago
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau 1 month ago
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026 1 month ago
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta 1 month ago
berikutnya
sebelum
Search
07/02/2026
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Search
Close
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Home Finansial

LPS: Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan Naik 3,4 Persen Jadi Rp8.269 Triliun

oleh Permadi
17/12/2023
in Finansial
Reading Time:2 mins read
0 0
0
LPS: Aset BPR Naik 7,9% Meski Terdapat Tiga Bank yang Ditutup
0
SHARE
2
VIEWS
Share on WhatssappShare on Twitter

Berita Perbankan – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) baru-baru ini mengumumkan data terkini mengenai Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan hingga Oktober 2023. Simpanan dalam bentuk Giro, tabungan, dan deposito, komponen utama DPK, mencatat pertumbuhan sebesar 3,4% secara tahunan (yoy), mencapai total Rp 8.269 triliun.

Menariknya, jumlah rekening di sektor perbankan juga mengalami peningkatan signifikan sebanyak 8,3% yoy, mencapai angka 546,99 juta. Rekening tabungan mendominasi dengan kontribusi mencapai 97,99% dari total rekening perbankan. Fenomena ini memberikan gambaran bahwa masyarakat cenderung memilih rekening tabungan sebagai pilihan utama untuk menyimpan dan mengelola dana mereka.

Lebih lanjut, distribusi DPK berdasarkan wilayah, menunjukkan bahwa provinsi DKI Jakarta masih menguasai dalam kontribusi DPK nasional. Dengan 124,12 juta rekening dan nilai simpanan mencapai Rp 4.304 triliun, DKI Jakarta menyumbang sebesar 52,04% dari total DPK nasional. Menariknya, meskipun jumlah akun rekening di Jakarta hanya menyumbang 22,69% dari total akun nasional, namun nilai DPK yang dipegang oleh masyarakat di Ibu Kota jauh melampaui provinsi lainnya.

Meskipun likuiditas perbankan masih relatif longgar, namun pelaku industri perbankan tetap harus bekerja keras meningkatkan jumlah DPK yang saat ini mengalami perlambatan. Perbankan harus mengoptimalkan strategi pengelolaan dana pihak ketiga di berbagai wilayah Indonesia. Artinya, meskipun angka-angka ini mencerminkan dinamika ekonomi yang positif, tetap diperlukan upaya lebih lanjut untuk memastikan adanya inklusivitas keuangan yang merata di seluruh provinsi.

Beberapa waktu yang lalu, Presiden Joko Widodo mengeluhkan keringnya peredaran uang di sektor riil. Jokowi meminta perbankan untuk tidak terlalu banyak menaruh uang mereka pada instrumen di Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Dia berharap perbankan meningkatkan penyaluran kredit khususnya di sektor riil.

Merespon hal ini, Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi aliran dana masyarakat di perbankan.

“Kalau lihat dari data-data yang bisa kita monitorkan, alat likuid dan lain-lain masih bagus. Ada sinyal seperti itu bahwa ada semacam kekeringan kurangnya likuiditas perbankan itu agak mengejutkan kami. Kami sedang meneliti lebih dalam ya, mudah-mudahan kita tahu apa penyebabnya,” kata Purbaya.

Purbaya menerangkan kemungkinan dana perbankan banyak terparkir di bank besar atau di pemerintah, khususnya di Bank Indonesia. Dia mengatakan bahwa dalam konteks ekonomi yang melambat, fenomena “the cash of missing money,” merupakan hal klasik di dunia perbankan. Menyikapi hal ini, Purbaya menyatakan bahwa LPS tengah melakukan penelitian mendalam, karena situasi ini tidaklah sederhana, terutama ketika melibatkan negara-negara berbeda.

Berdasarkan data statistik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per September 2023, nilai surat berharga yang dimiliki bank mencapai Rp 1.889,7 triliun, meningkat sebesar 3,59% secara tahunan. Pada periode yang sama, kredit yang diberikan oleh bank kepada pihak ketiga juga tumbuh lebih tinggi, mencapai 8,96% secara tahunan, dengan total Rp 6.837,3 triliun.

Namun, analisis lebih rinci mengungkapkan bahwa pertumbuhan surat berharga bank swasta nasional hampir setara dengan pertumbuhan kredit yang diberikan kepada pihak ketiga. Pada September 2023, surat berharga naik 7,15% secara tahunan, sedangkan kredit tumbuh 7,84% tahunan.

Situasi ini berbeda dengan kebijakan bank asing yang cenderung menempatkan dana mereka pada surat berharga. Hal ini tercermin dari pertumbuhan surat berharga sebesar 35,79% yoy, sementara kredit merosot sebesar 4,71% tahunan.

Sebaliknya, bank BUMN mengalami pertumbuhan kredit sebesar 10,98% secara tahunan, namun mengalami kontraksi sebesar 2,38% yoy pada surat berharga. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan pendekatan di antara berbagai jenis bank dalam mengelola aset dan kreditnya.

Tags: BIDPKkreditlembaga penjamin simpananLPS
Previous Post

Senangnya, Kini PMI Kirim Barang Bebas Bea Masuk

Next Post

Ketua LPS Prediksi Masih Ada Potensi Sejumlah BPR Bangkrut Tahun 2024

Next Post
Ketua LPS: Sejumlah Indikator Perbankan Nasional Menunjukkan Stabilitas yang Kuat

Ketua LPS Prediksi Masih Ada Potensi Sejumlah BPR Bangkrut Tahun 2024

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dulu Produsen Chip Terbesar di Dunia, Nasib Intel Kini Miris

Dulu Produsen Chip Terbesar di Dunia, Nasib Intel Kini Miris

24/09/2024
LPS Gugat Pengurus/Pemegang Saham Bank Gagal yang Nakal. Ini Daftar Bank dan Pengurusnya!

LPS Akan Mengkaji Lagi Wacana Pemberian Potongan Premi bagi Perbankan yang Menyalurkan Kredit Hijau

23/11/2022
LPS Jamin Dana Nasabah BPR Dwicahaya Nusaperkasa, Usai Izin Dicabut OJK

Daftar 26 Bank yang Dilikuidasi LPS Periode 2024-2025

12/11/2025
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

03/01/2026
LPS dan Polri Perkuat Kerja Sama Penanganan Kasus Perbankan

LPS dan Polri Perkuat Kerja Sama Penanganan Kasus Perbankan

14/11/2024
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

0
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

0
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

0
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

0
Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

0
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

03/01/2026
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

03/01/2026
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

03/01/2026
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

03/01/2026
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

31/12/2025

About Us

Privacy Policy

Redaksi

Pedoman Media Siber

© 2021 Beritaperbankan.id All Rights Reserved.

Add BeritaPerbankan.id to your Homescreen!

Add
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.