BeritaPerbankan – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Kantor Wilayah III Sulampua mendorong pertumbuhan ekonomi dan literasi keuangan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) melalui penyelenggaraan Festival LPS Warna dari Timur di Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi upaya LPS untuk mendekatkan fungsi penjaminan simpanan kepada masyarakat sekaligus mendukung penguatan produk lokal dan ekonomi kreatif daerah.
Kepala LPS Kantor Wilayah III Sulampua Fuad Zaen mengatakan, rangkaian Festival LPS Warna dari Timur dirancang sebagai ruang publik yang inklusif, terbuka, dan sarat dengan semangat kebersamaan. Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa pesan penting tentang literasi keuangan yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Festival LPS Warna dari Timur merupakan wujud dukungan LPS terhadap produk lokal Sulawesi Selatan. Kami ingin menghadirkan edukasi keuangan dalam suasana yang menyenangkan agar pesan yang disampaikan lebih membumi dan dekat dengan masyarakat,” ujar Fuad.
Menurut Fuad, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan secara lebih luas peran dan fungsi LPS, khususnya di bidang penjaminan simpanan dan resolusi bank. Ia menilai, pemahaman masyarakat terhadap fungsi tersebut masih perlu diperkuat, terutama di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua yang memiliki karakteristik ekonomi dan geografis yang beragam.
Ia menegaskan, LPS memiliki mandat penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan nasional. Melalui penjaminan simpanan, LPS memastikan dana masyarakat yang disimpan di bank tetap aman sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.
“LPS sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan senantiasa berupaya memberikan pemahaman bahwa uang yang disimpan masyarakat di bank aman dan dijamin oleh LPS,” kata Fuad.
Ia menambahkan, kebiasaan menabung di bank memiliki dampak yang lebih luas bagi perekonomian. Dana yang dihimpun perbankan tidak berhenti di satu titik, melainkan disalurkan kembali ke sektor produktif melalui pembiayaan usaha, kredit kepada pelaku UMKM, serta berbagai kegiatan pembangunan.
Festival LPS Warna dari Timur juga dimanfaatkan sebagai etalase bagi produk dan kreativitas lokal. Beragam kegiatan menampilkan potensi ekonomi kreatif Sulawesi Selatan, termasuk peragaan busana yang mengangkat wastra daerah. Pendekatan ini menunjukkan bahwa literasi keuangan dapat berjalan beriringan dengan promosi budaya dan penguatan identitas lokal.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menyambut baik penyelenggaraan festival tersebut. Ia menilai, kegiatan ini menjadi wadah yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pembangunan daerah.
“Ajang ini merupakan pernyataan identitas bahwa Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia memiliki kekayaan budaya, kreativitas, dan potensi ekonomi yang besar serta layak tampil di panggung nasional bahkan internasional,” ujar Jufri.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai pilar penting pembangunan. Sektor ini dinilai memiliki kemampuan besar dalam menciptakan nilai tambah, menyerap tenaga kerja, dan meningkatkan daya saing daerah di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Jufri menilai, kolaborasi antara sektor keuangan, industri kreatif, dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk melahirkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sinergi tersebut tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga membuka peluang usaha baru dan memperluas akses masyarakat terhadap sumber pembiayaan formal.
“Kami percaya, ketika sektor keuangan, industri kreatif, dan pemerintah berjalan seiring, maka akan lahir inovasi, lapangan kerja, serta daya saing daerah yang berkelanjutan,” kata Jufri.
Ke depan, LPS berkomitmen untuk terus memperluas kegiatan literasi keuangan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sistem keuangan dan mendorong partisipasi dalam sektor perbankan.











