BeritaPerbankan – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) kembali menegaskan komitmen mereka untuk terus mendorong peningkatan literasi keuangan nasional.
Upaya ini dijalankan melalui berbagai kegiatan akademik yang melibatkan pemangku kepentingan publik serta institusi keuangan di Indonesia. Sebagai wujud nyata, kedua pihak resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai Pengembangan Kompetensi, Penelitian, serta Sosialisasi terkait peran, tugas, dan kewenangan LPS.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan keuangan bagi mahasiswa dan akademisi FEB UI, sekaligus memperkuat hubungan strategis antara LPS dan UI dalam bidang edukasi serta riset keuangan. Pernyataan itu disampaikannya di Auditorium Soeria Atmadja, Kampus FEB UI, Depok, pada Rabu (12/11/2025).
PKS ini mencakup sejumlah kegiatan, antara lain program magang bagi mahasiswa, pengembangan kapasitas dosen, pemberian pendanaan penelitian di bidang perbankan, keuangan, asuransi, serta stabilitas sistem keuangan, pendanaan untuk skripsi, tesis, dan disertasi, hingga kegiatan sosialisasi mengenai peran dan kewenangan LPS.
Di hari yang sama, Anggito Abimanyu juga menyampaikan Kuliah Umum kepada ratusan mahasiswa FEB UI. Ia memaparkan keterampilan yang saat ini paling dibutuhkan di industri keuangan, serta jenis pekerjaan yang diprediksi semakin dicari dalam lima tahun mendatang.
Menurutnya, kemampuan di bidang fintech—meliputi perbankan, investasi, dan teknologi—menjadi sangat penting. Selain itu, kompetensi big data seperti manajemen data, coding, dan data aligning, diikuti pemahaman terkait kecerdasan buatan, machine learning, keamanan siber, dan fraud detection, juga semakin krusial. “Persiapkan diri kalian sejak sekarang, kalian pasti mampu,” ujarnya.
Mengacu pada The Future of Jobs Report 2025 yang dirilis World Economic Forum, profesi yang diperkirakan paling meningkat kebutuhannya dalam lima tahun ke depan antara lain Spesialis Big Data (113%), Profesional Fintech (94%), Spesialis AI dan Machine Learning (82%), serta Spesialis Manajemen Data (48%).











