BeritaPerbankan – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, mengingatkan generasi muda untuk tidak mudah tergoda pinjaman online ilegal (pinjol) maupun penggunaan fitur paylater untuk kebutuhan konsumtif. Ia menekankan pentingnya sikap bijak dalam mengelola keuangan agar tidak terjebak dalam utang yang merugikan di kemudian hari.
“Kalau tidak punya uang, jangan dipaksakan untuk membeli. Kalau tidak butuh, tidak usah gunakan paylater. Hanya gunakan saat benar-benar dibutuhkan,” ujarnya dalam kegiatan LIKE IT bertema Generasi Muda Cerdas Keuangan, Menuju Indonesia Emas di Jakarta, Kamis (14/8).
Menurut Purbaya, kebiasaan sederhana dalam mengatur uang sejak dini akan sangat membantu generasi muda sudah memiliki penghasilan sendiri. Disiplin mengelola keuangan akan membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan finansial di masa depan.
Selain mengingatkan soal bahaya pinjol ilegal, Purbaya juga menekankan pentingnya literasi keuangan. Generasi muda perlu membiasakan diri menabung dan mengelola pendapatan dengan bijak.
“Kalau terbiasa menabung dari muda, uang akan berkembang berlipat-lipat. Hal ini akan memudahkan jalan menuju kesejahteraan,” katanya.
Ia mencontohkan, kebiasaan menyisihkan sebagian gaji untuk tabungan membuat pemuda lebih bijaksana. Dengan begitu, mereka tidak langsung menghabiskan pendapatan setiap kali menerima gaji. Kebiasaan ini juga membuka jalan untuk masuk ke dunia investasi.
Purbaya mendorong anak muda untuk mulai menabung sedikit demi sedikit sejak dini. Setelah memasuki dunia kerja, ia menyarankan agar tabungan tidak hanya disimpan, tetapi juga dikembangkan melalui investasi yang aman.
“Awalnya investasikan di instrumen yang aman dulu. Kalau sudah paham, bisa naik ke instrumen dengan risiko lebih tinggi yang menawarkan imbal hasil lebih besar,” jelasnya.
Ia menegaskan, dengan bekal literasi keuangan yang baik, generasi muda tidak akan mudah tertipu oleh investasi bodong maupun pinjol ilegal. Kebiasaan menabung dan berinvestasi sejak muda juga akan meningkatkan kepercayaan diri dalam mengelola keuangan pribadi.
Sebagai informasi, LPS tidak hanya memberi edukasi keuangan tetapi juga berperan penting dalam menjamin simpanan masyarakat di perbankan. Hingga Juni 2025, LPS telah melindungi 652,3 juta rekening nasabah di Bank Umum serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 636,77 juta rekening nasabah Bank Umum dijamin penuh, setara 99,94% dari total rekening. Sementara itu, di BPR dan BPRS, sebanyak 15,53 juta rekening atau 99,97% juga tercatat mendapat jaminan.











