BeritaPerbankan – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Kantor Perwakilan I Medan menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan bertajuk “Capacity Building for Entrepreneurial Mindset Development” selama dua hari, mulai Rabu (30/10/2024). Pelatihan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) dan diikuti oleh 50 mahasiswa dari berbagai kampus di Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Muhammad Yusron, Kepala Kantor Perwakilan LPS I Medan, menyampaikan bahwa LPS memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga stabilitas sistem perbankan nasional. LPS dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 dengan tujuan utama menjamin simpanan nasabah di perbankan.
“LPS hadir sebagai lembaga negara yang memberikan perlindungan kepada nasabah bank, memastikan simpanan mereka aman,” ungkap Yusron.
Yusron menjelaskan bahwa peran LPS tidak terbatas pada penjaminan simpanan, melainkan juga berperan aktif dalam memelihara stabilitas keuangan di Indonesia. LPS berkoordinasi dengan lembaga keuangan lainnya seperti Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI). Lembaga-lembaga ini tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin oleh Menteri Keuangan.
Dalam kesempatan tersebut, Yusron menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi yang dilakukan oleh LPS, khususnya di wilayah Sumatera Utara. Ia juga berharap melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan semacam ini, masyarakat Sumatera Utara akan lebih mengenal LPS dan merasa aman dalam bertransaksi di bank.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang peran dan fungsi LPS, agar masyarakat lebih yakin dan percaya untuk menyimpan dananya di bank,” ujar Yusron.
Pelatihan yang dilaksanakan oleh LPS I Medan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang fungsi LPS, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi wirausahawan yang tangguh di masa depan. Yusron menjelaskan bahwa LPS memberikan perhatian besar pada pengembangan mahasiswa, terutama dalam membekali mereka dengan keterampilan dan wawasan kewirausahaan.
“Kami berharap, melalui pelatihan ini, para mahasiswa tidak hanya siap bekerja setelah lulus, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memulai usaha sendiri,” tutur Yusron.
Program pelatihan ini dirancang agar para peserta memperoleh wawasan komprehensif mengenai dunia usaha, mulai dari teori hingga pengalaman praktis langsung dari para ahli. Pelatihan ini didukung oleh Badan Pengembangan Riset dan Inovasi (BPRI) USU dan menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi serta praktisi bisnis.
Para akademisi dari USU yang memiliki latar belakang kewirausahaan menyampaikan materi seputar strategi membangun usaha yang berkelanjutan, sementara para praktisi bisnis berbagi pengalaman mereka dalam mengelola dan mengembangkan usaha di berbagai sektor.
Ketua BPRI USU, Bukhari, menyatakan bahwa pelatihan ini sejalan dengan visi USU untuk mendukung pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang dapat mereka terapkan setelah lulus.
“BPRI USU sebagai inkubator pengembangan riset bisnis berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang,” kata Bukhari.
Mahasiswa yang mengikuti pelatihan ini tampak antusias dan aktif berpartisipasi dalam setiap sesi yang diselenggarakan. Mereka berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal yang berharga untuk meniti karier di masa depan, baik sebagai profesional di bidang perbankan maupun sebagai wirausahawan. Salah satu peserta, Andi Rizki, mahasiswa dari USU, menyatakan bahwa ia mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang kewirausahaan.
“Pelatihan ini membuka wawasan saya tentang dunia usaha dan memberikan inspirasi untuk memulai bisnis setelah lulus,” ujar Andi.











