BeritaPerbankan – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan optimismenya terhadap prospek ekonomi nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang relatif kuat sehingga target pertumbuhan 5,4 persen pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dinilai realistis untuk dicapai.
“Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen. Angka ini bagi sebagian pihak mungkin terlihat ambisius, namun sebenarnya cukup realistis bila kita mampu memaksimalkan potensi yang ada,” ujar Purbaya dalam keterangannya di Medan, Kamis (21/8).
Optimisme tersebut didasari pada besarnya permintaan domestik (domestic demand) yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data kuartal II 2025 mencatat, konsumsi swasta dan pemerintah menyumbang 62,53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sementara investasi menyumbang 27,83 persen. Jika dijumlahkan, lebih dari 90 persen pertumbuhan PDB nasional bersumber dari permintaan dalam negeri.
“Untuk bisa tumbuh tinggi, kuncinya adalah fokus pada diri kita sendiri. Kita harus memperkuat daya beli masyarakat, meningkatkan investasi dalam negeri, dan mendorong produktivitas sektor riil. Dengan konsistensi, ekonomi Indonesia akan tetap kuat, tangguh, dan mandiri meskipun dunia diwarnai ketidakpastian,” jelasnya.
Selain menyoroti kekuatan fundamental ekonomi nasional, Purbaya juga menyinggung warisan pemikiran Prof. Sumitro Djojohadikusumo, begawan ekonomi Indonesia yang melahirkan konsep Sumitronomics. Menurutnya, pemikiran tersebut masih sangat relevan untuk dijalankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkesinambungan.
“Prof. Sumitro memiliki pandangan mendalam mengenai pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial dan politik, serta pemerataan pembangunan. Salah satu pemikirannya yang relevan adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara mesin fiskal dan swasta,” katanya.
Ia menambahkan, Sumitro juga menekankan pentingnya menjaga likuiditas perbankan agar tidak kering, yang menunjukkan pandangannya mengadopsi pendekatan monetaris. Prinsip inilah yang dinilai bisa menjadi rujukan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika global.
Dengan kombinasi antara kekuatan permintaan domestik dan landasan pemikiran ekonomi yang matang, LPS optimis Indonesia dapat menghadapi tantangan global. Target pertumbuhan 5,4 persen dapat diwujudkan apabila kebijakan ekonomi dijalankan dengan konsisten.
“Jika seluruh pemangku kepentingan bekerja sama memperkuat daya beli, mendorong investasi, dan menjaga stabilitas keuangan, Indonesia akan mampu tumbuh lebih tinggi. Fondasi kita kuat, dan itu modal penting untuk menatap 2026,” tutup Purbaya.











