BeritaPerbankan – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkenalkan inovasi terbaru dalam bidang edukasi penanganan bank gagal, dengan meluncurkan teknologi berbasis virtual reality (VR) bernama SOBAT-VR atau Sarana Optimalisasi Belajar dan Adaptasi dengan Teknologi – Virtual Reality.
Peluncuran teknologi ini dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam kegiatan di Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) LPS II Surabaya, Rabu (23/5/2025). Acara ini dihadiri oleh kalangan akademisi, termasuk dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jawa Timur.
Menurut Purbaya, pengembangan SOBAT-VR merupakan bagian dari upaya LPS untuk memperkuat pemahaman internal pegawai, sekaligus menjangkau masyarakat luas melalui pendekatan edukatif yang lebih modern dan interaktif. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk merasakan langsung dinamika proses resolusi bank dalam sebuah simulasi tiga dimensi yang imersif.
“Melalui simulasi ini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang proses kerja LPS dalam menangani bank bermasalah, terutama bagi para pegawai yang kelak menjadi bagian dari tim likuidasi. Ini adalah bentuk inovasi dalam proses pembelajaran internal yang sekaligus bisa digunakan sebagai alat sosialisasi kepada publik,” ujar Purbaya.
Simulasi dalam SOBAT-VR mencakup seluruh tahapan penanganan bank, dimulai dari penerbitan surat pencabutan izin usaha oleh otoritas terkait, hingga langkah-langkah pengamanan aset dan penyelamatan dana nasabah. Dengan pendekatan visual dan interaktif, pengguna diajak memahami secara langsung prosedur yang dijalankan oleh LPS, termasuk koordinasi lintas lembaga serta pengelolaan risiko sistemik yang mungkin timbul akibat kegagalan suatu bank.
Teknologi ini juga dirancang untuk memberikan gambaran realistis tentang kompleksitas kerja di lapangan, sekaligus membangun kesiapan pegawai LPS yang bertugas dalam kondisi darurat sektor keuangan.
Tak hanya ditujukan bagi kalangan internal, LPS juga membuka akses teknologi ini bagi masyarakat umum, terutama generasi muda. Ke depan, modul simulasi SOBAT-VR akan dikembangkan lebih lanjut dan diperbanyak agar dapat digunakan dalam kegiatan sosialisasi serta edukasi publik mengenai peran dan fungsi LPS.
“Kami berharap teknologi ini dapat menjadi jembatan edukatif antara LPS dan masyarakat, sehingga pemahaman mengenai pentingnya penjaminan simpanan dan stabilitas sistem keuangan nasional bisa lebih luas tersampaikan,” tambah Purbaya.
Inisiatif ini menegaskan komitmen LPS dalam menjawab tantangan edukasi publik di era digital, sekaligus memperkuat transparansi lembaga dalam menjalankan mandatnya. Dengan pendekatan yang inovatif dan inklusif, LPS berupaya mendekatkan diri kepada publik dan membangun literasi keuangan yang lebih kuat di tengah masyarakat.











