BeritaPerbankan – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul di sektor keuangan nasional. Terbaru, LPS resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), memperluas ruang sinergi yang telah terjalin sejak tahun 2016.
Penandatanganan PKS ini dilakukan oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, dan Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hatmoko. Acara tersebut turut disaksikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc., serta Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, PhD., di Yogyakarta.
Kerja sama ini meliputi berbagai bidang strategis, antara lain pengembangan kompetensi mahasiswa melalui program magang, peningkatan kapasitas dosen, riset di sektor perbankan, keuangan, dan asuransi, serta kegiatan literasi dan edukasi keuangan.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menjelaskan bahwa kerja sama dengan UGM merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi kelembagaan LPS, khususnya menghadapi mandat baru sebagai penjamin polis asuransi yang akan berlaku efektif pada tahun 2028.
“Selain menjalankan fungsi penjaminan simpanan, LPS ke depan juga akan menyelenggarakan penjaminan polis. Untuk itu, kami membutuhkan sumber daya manusia yang ahli di bidang tersebut. UGM memiliki jurusan-jurusan yang relevan, seperti aktuaria, yang dapat menjadi mitra penting dalam penguatan kapasitas kami,” ujar Anggito.
Mandat baru LPS tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Dalam masa transisi menuju implementasi penuh, LPS tengah mempersiapkan berbagai regulasi dan kebijakan turunan agar pelaksanaan penjaminan polis nantinya berjalan efektif dan kredibel.
“Selagi kami bisa memperluas kerja sama yang memberi manfaat nyata untuk masa depan, tentu akan kami upayakan. Kolaborasi dengan UGM ini merupakan langkah konkret ke arah tersebut,” tambah Anggito.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, PhD., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada LPS atas dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan pendidikan tinggi dan peningkatan kompetensi mahasiswa.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Lembaga Penjamin Simpanan kepada UGM. Kami berharap potensi yang dimiliki kedua institusi dapat terus disinergikan untuk memberi manfaat luas dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi,” ujar Ova.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi seperti ini tidak hanya memperkuat riset dan inovasi di bidang keuangan, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa dan alumni UGM untuk berkontribusi dalam ekosistem stabilitas sistem keuangan nasional.
LPS juga melanjutkan program Beasiswa Utama LPS yang ditujukan bagi mahasiswa berprestasi di UGM pada tahun 2026. Program beasiswa ini telah berjalan sejak tahun 2024.
Penerima beasiswa tidak hanya diberikan dukungan finansial, tetapi juga dibekali dengan wawasan tentang sistem keuangan, stabilitas ekonomi, dan fungsi lembaga penjamin. Hal ini diharapkan dapat mencetak generasi baru profesional keuangan yang kompeten, berintegritas, dan memahami nilai-nilai tata kelola yang baik.











