BeritaPerbankan – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tengah mematangkan persiapan program penjaminan polis asuransi dengan menambah personel di sejumlah posisi kunci.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa saat ini unit asuransi di lembaganya telah diperkuat oleh 54 pegawai. Dalam waktu dekat, dua posisi direktur eksekutif juga akan diisi untuk mendukung kinerja program penjaminan polis.
“Beberapa jabatan penting akan segera kami isi. Untuk posisi direktur eksekutif, kemungkinan dua orang akan bergabung pada akhir tahun ini,” ujar Purbaya usai menghadiri acara LIKE IT di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (14/8/2025).
Sebelum program penjaminan polis asuransi dijalankan secara penuh pada 2028, LPS menetapkan target uji coba terbatas (pilot test) pada 2027. LPS meyakini pilot test tersebut dapat terealisasi meskipun terkendala pada keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian khusus di bidang asuransi.
Menurutnya, jumlah perguruan tinggi di Tanah Air yang membuka program studi asuransi masih sangat sedikit, dan belum ada yang berakreditasi A. Kondisi ini mendorong LPS menyesuaikan aturan rekrutmen, sehingga lulusan program asuransi dari kampus berakreditasi A tetap dapat direkrut, meski program studinya hanya berakreditasi B.
Guna meningkatkan kompetensi tersebut, LPS telah mengirim pegawai mengikuti pelatihan di luar negeri selama dua tahun terakhir ke berbagai negara seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Italia, dan menjadwalkan pelatihan ke Kanada dan Taiwan.
Terkait nilai penjaminan polis, Purbaya menegaskan bahwa penetapan akan mengacu pada praktik terbaik internasional. Saat ini, besaran yang masih dibahas berada di kisaran Rp500 juta hingga Rp1 miliar.
Adapun terkait penilaian kelayakan perusahaan asuransi yang berhak mengikuti program penjaminan masih menggunakan pedoman Risk Based Capital (RBC) dan masih dalam diskusi dengan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).











