TRENDING
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank 1 month ago
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham 1 month ago
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau 1 month ago
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026 1 month ago
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta 1 month ago
berikutnya
sebelum
Search
07/02/2026
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Search
Close
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Home Finansial

LPS Prediksi Potensi Kenaikan Suku Bunga Simpanan Untuk Jaga Likuiditas Bank

oleh Permadi
07/12/2024
in Finansial
Reading Time:2 mins read
129 4
0
LPS: Kami Pantau Terus Risiko Volatilitas Tapering off The Fed
152
SHARE
1.9k
VIEWS
Share on WhatssappShare on Twitter

BeritaPerbankan – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dalam Laporan Perkembangan Pasar Keuangan, memprediksi adanya potensi kenaikan suku bunga simpanan pada level individu bank, yang didorong oleh kebutuhan likuiditas bank untuk mendanai ekspansi kredit yang menunjukkan peningkatan cukup tinggi. Meski demikian, secara keseluruhan LPS memperkirakan suku bunga simpanan bank akan mengalami tren penurunan.

Menurut laporan tersebut, kebutuhan likuiditas perbankan menjadi salah satu pendorong utama yang berpotensi meningkatkan suku bunga simpanan. Beberapa bank diperkirakan akan menaikkan suku bunga demi menjaga ketersediaan dana yang diperlukan untuk penyaluran kredit yang terus berkembang.

“Di sisi lain, operasi moneter perbankan yang masih didominasi oleh Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dengan tenor panjang turut membatasi penurunan suku bunga simpanan,” tulis LPS dalam laporannya yang dikutip pada Selasa (3/12/2024).

LPS mengungkapkan bahwa meskipun ada potensi kenaikan suku bunga simpanan pada sejumlah bank, secara umum, suku bunga simpanan Rupiah dan Valuta Asing (Valas) diproyeksikan masih akan tetap mengalami penurunan dengan laju yang terbatas. Penurunan ini didorong oleh kondisi likuiditas yang membaik setelah kebijakan pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI-Rate), serta kebijakan global lainnya, termasuk keputusan The Federal Reserve (The Fed).

Sejalan dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga kebijakan, rata-rata suku bunga deposito Rupiah perbankan juga mengalami penurunan. Pada periode hingga 31 Oktober 2024, suku bunga deposito (22 days moving average) turun sebesar 3 basis poin (bps) menjadi 4,14% secara bulanan. Berdasarkan kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI), penurunan ini bervariasi. KBMI 1 mencatat penurunan sebesar 4 bps ke level 4,34%, KBMI 2 tetap stabil di 3,98%, KBMI 3 turun 4 bps ke 3,88%, dan KBMI 4 mengalami penurunan yang lebih tajam sebesar 12 bps menjadi 3,12%.

Penurunan suku bunga juga terjadi pada simpanan dalam valuta asing. Respons terhadap pemangkasan suku bunga kebijakan global menyebabkan suku bunga valas di industri perbankan turun sebesar 7 bps, hingga mencapai 1,96%. Tren penurunan ini juga terlihat pada seluruh kategori bank. Suku bunga valas di KBMI 1 turun 4 bps ke level 2,04%, KBMI 2 turun 4 bps menjadi 1,65%, KBMI 3 mengalami penurunan terbesar sebesar 17 bps hingga mencapai 2,32%, dan KBMI 4 turun sebesar 7 bps ke level 1,75%.

Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Perbanas Institute Jakarta, Arianto Muditomo, menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga SRBI berfungsi untuk menarik dana asing masuk ke dalam negeri, sekaligus menarik kembali dana investor domestik yang sebelumnya diinvestasikan di luar negeri. Menurut Arianto, suku bunga surat berharga pemerintah menjadi acuan penting dalam menentukan pricing sisi dana dan pembiayaan perbankan.

“Secara teori dan praktis, suku bunga surat berharga pemerintah akan menjadi panduan dalam penentuan suku bunga dana dan pembiayaan,” ujarnya saat diwawancarai oleh Bisnis.

Arianto menambahkan bahwa bank harus mampu menjaga kecukupan likuiditas dengan cara yang cerdas. Di samping menaikkan suku bunga, bank juga harus menciptakan daya tarik bagi nasabah untuk menempatkan dana mereka, bukan hanya karena iming-iming suku bunga yang tinggi.

“Bank harus dapat menarik perhatian nasabah dengan menawarkan nilai lebih, selain dari sekadar suku bunga tinggi,” jelasnya.

Arianto juga menekankan bahwa dampak dari peningkatan biaya dana akan sangat bergantung pada kemampuan setiap bank dalam mengelola gap suku bunga. Hal ini penting untuk memastikan tersedianya likuiditas yang cukup guna mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit yang lebih luas.

 

 

Tags: BIkredit banklembaga penjamin simpananLPSThe Fed
Previous Post

LPS Perkuat Sinergi dengan Media Melalui Media Workshop 2024 di Makassar

Next Post

LPS Jamin 99,97% Rekening Bank di Sulawesi Selatan

Next Post
LPS Jamin 99,97% Rekening Bank di Sulawesi Selatan

LPS Jamin 99,97% Rekening Bank di Sulawesi Selatan

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dulu Produsen Chip Terbesar di Dunia, Nasib Intel Kini Miris

Dulu Produsen Chip Terbesar di Dunia, Nasib Intel Kini Miris

24/09/2024
LPS Jamin Dana Nasabah BPR Dwicahaya Nusaperkasa, Usai Izin Dicabut OJK

Daftar 26 Bank yang Dilikuidasi LPS Periode 2024-2025

12/11/2025
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

03/01/2026
LPS Gugat Pengurus/Pemegang Saham Bank Gagal yang Nakal. Ini Daftar Bank dan Pengurusnya!

LPS Akan Mengkaji Lagi Wacana Pemberian Potongan Premi bagi Perbankan yang Menyalurkan Kredit Hijau

23/11/2022
LPS dan Polri Perkuat Kerja Sama Penanganan Kasus Perbankan

LPS dan Polri Perkuat Kerja Sama Penanganan Kasus Perbankan

14/11/2024
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

0
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

0
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

0
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

0
Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

0
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

03/01/2026
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

03/01/2026
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

03/01/2026
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

03/01/2026
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

31/12/2025

About Us

Privacy Policy

Redaksi

Pedoman Media Siber

© 2021 Beritaperbankan.id All Rights Reserved.

Add BeritaPerbankan.id to your Homescreen!

Add
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.