BeritaPerbankan – Masyarakat Indonesia mulai melek investasi. Hal itu tercermin dari naiknya jumlah investor pasar modal. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia jumlah investor hingga Maret 2022 mencapai 8,39 juta investor atau naik 12,13 persen dibandingkan Desember 2021 yang tercatat 7,49 investor.
Melihat fenomena itu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengapresiasi tingginya minat masyarakat terjun ke dunia investasi pasar modal. Kepala Eksekutif LPS Lana Soelistianingsih membagikan sejumlah tips agar masyarakat memperoleh manfaat dari hasil investasi.
Lana mengatakan kebiasaan berinvestasi harus ditanamkan sejak kecil kepada anak-anak kita agar saat dewasa mereka memahami cara kerja investasi terlebih berinvestasi melatih anak untuk berpikir dan bertindak mengambil keputusan terhadap uang yang mereka punya.
Lebih lanjut Lana meminta investor jangka panjang tidak terlena dengan imbal hasil investasi sehingga lupa untuk menabung atau menyisihkan hasil investasi ke dalam tabungan di bank.
Lana mencontohkan jika seorang investor berencana menggelar pernikahan dengan biaya dari hasil investasi maka jika dana investasi sudah mencukupi untuk biaya pernikahan maka segera simpan uang itu di bank karena risiko investasi sangat tinggi, sementara uang yang disimpan di bank tetap aman karena dijamin LPS.
“Kita harus hati-hati dari sisi profil risiko investasi. Ketika sudah mendapatkan nilai untuk resepsi itu, maka harus disiplin. Harus keluar dari investasi itu dan taruh di bank. Karena tabungan di Bank dijamin oleh lembaga simpanan,” ujarnya, Senin (11/7/2022).
Lana menerangkan ada 4 poin penting dalam berinvestasi khususnya jenis investasi dengan risiko yang tinggi. Pertama diversifikasi. Investor disarankan untuk tidak menginvestasikan seluruh uang mereka pada satu jenis investasi tapi pilih beberapa produk investasi dengan terlebih dahulu mengenal dan mempelajari profil dan risiko investasi tersebut.
Kedua disiplin waktu, ketiga memonitor pergerakan investasi. Poin inilah yang seringkali luput dari perhatian investor dengan alasan kesibukan pekerjaan. Dan yang terakhir adalah menyisihkan hasil investasi.
Jangan tamak dalam berinvestasi. Seorang investor harus tahu kapan harus menanam dan kapan harus memanen. Jika sudah mencapai batas return tertentu segera sisihkan keuntungan investasi ke dalam tabungan di bank. Sisanya bisa digunakan untuk modal investasi lagi dan konsumsi.
“Intinya, dalam berinvestasi harus ada diversifikasi, disiplin terhadap waktu dan dimonitor. Kadang monitoring sering lepas karena sibuk. Satu lagi, sisihkan, jadi kita sisihkan dulu return berapa. Jangan kita pakai untuk konsumsi,” jelasnya.