TRENDING
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank 2 weeks ago
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham 2 weeks ago
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau 2 weeks ago
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026 2 weeks ago
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta 2 weeks ago
berikutnya
sebelum
Search
15/01/2026
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Search
Close
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Home Bank

LPS Siapkan Rp160 Miliar untuk Tingkatkan Sistem IT BPR/BPRS pada 2025

oleh Permadi
22/11/2024
in Bank
Reading Time:3 mins read
129 4
0
Dukung Perkembangan Industri Kreatif, LPS Fest 2024 Sukses Digelar
152
SHARE
1.9k
VIEWS
Share on WhatssappShare on Twitter

Berita Perbankan – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tengah merencanakan pengembangan sistem teknologi informasi (IT) untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS), dengan anggaran sebesar Rp160 miliar yang akan direalisasikan pada tahun 2025. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat manajemen dan daya saing lembaga keuangan tersebut di tengah perkembangan pesat industri perbankan dan teknologi finansial (fintech).

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa asesmen untuk implementasi sistem IT ini sudah dimulai pada tahun 2024, dengan pelaksanaan proyek percontohan (pilot project) di 100 BPR yang terpilih pada tahun mendatang.

“Tahun depan, kami akan mulai menerapkan sistem ini dengan memilih 100 BPR sebagai pilot project,” kata Purbaya saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (20/11/2024).

Langkah ini dilakukan guna membantu BPR dan BPRS yang masih menghadapi kendala dalam pengelolaan sistem manajemen. Hal ini dinilai sangat penting untuk memperkuat kinerja perbankan BPR ke depannya. Pasalnya, LPS mencatat setiap tahunnya ada sekitar 7-8 BPR/BPRS yang mengalami kebangkrutan hingga harus dilikuidasi.

“Banyak BPR dan BPRS yang memiliki sistem manajemen yang belum optimal. Sejak 2006, sekitar 7-8 BPR/BPRS per tahun mengalami masalah yang akhirnya harus ditangani oleh LPS,” tambahnya.

Purbaya menjelaskan bahwa LPS ingin memastikan bahwa BPR dan BPRS dapat mengadopsi sistem manajemen modern yang memadai untuk menghadapi persaingan dengan bank umum serta perusahaan fintech. Hal ini dinilai penting karena BPR dan BPRS memiliki posisi strategis yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama dalam menyediakan akses keuangan di daerah terpencil. Oleh karena itu, perbaikan sistem manajemen dan operasional diharapkan dapat meningkatkan dampak ekonomi yang signifikan dari keberadaan BPR/BPRS di masyarakat.

Selain itu, LPS juga mengakui bahwa investasi dalam teknologi IT bisa sangat mahal, dan tidak semua BPR atau BPRS memiliki kapasitas finansial untuk melakukan investasi tersebut secara mandiri. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi BPR/BPRS dalam melayani kebutuhan nasabah.

“Kami paham bahwa investasi di bidang IT sangat mahal, oleh karena itu kami akan membantu BPR/BPRS dalam hal ini, sehingga mereka dapat memiliki sistem yang lebih modern dan kompetitif,” ujar Purbaya.

Dalam proyek ini, LPS berencana untuk melibatkan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna memastikan bahwa sistem yang dikembangkan dapat diimplementasikan dengan baik dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan BPR dan BPRS dapat mengadopsi sistem IT yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Purbaya juga mengingatkan bahwa tantangan lain yang dihadapi sektor ini adalah risiko kredit yang terus meningkat. Data per September 2024 menunjukkan bahwa rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) bruto di sektor BPR mencapai 11,72%, sementara rasio Non-Performing Financing (NPF) BPRS berada di angka 9,03%.

Tingginya rasio kredit bermasalah ini menjadi perhatian serius, terutama setelah berakhirnya masa restrukturisasi kredit pada kuartal I/2024. Purbaya menyebutkan bahwa peningkatan risiko kredit ini berdampak pada rendahnya profitabilitas BPR/BPRS, dengan return on asset (ROA) BPR tercatat sebesar 1,24% dan BPRS sebesar 1,39%. Oleh karena itu, upaya penguatan sistem IT diharapkan dapat membantu BPR/BPRS dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mengelola risiko kredit dengan lebih baik.

Meski menghadapi tantangan risiko kredit, Purbaya memastikan bahwa secara keseluruhan, ketahanan modal BPR dan BPRS masih berada pada level yang cukup baik. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) BPR tercatat sebesar 31,05%, sementara BPRS sebesar 22,52%. Angka ini menunjukkan bahwa secara permodalan, BPR dan BPRS masih mampu mengantisipasi risiko yang ada, terutama dalam menghadapi tekanan dari tren global dan kondisi ekonomi domestik yang dinamis.

“Kami berharap dengan adanya dukungan teknologi dan peningkatan sistem manajemen, BPR dan BPRS dapat lebih siap menghadapi tantangan ini,” ujarnya.

Dengan investasi yang direncanakan, LPS berharap agar sistem IT yang dikembangkan nantinya dapat memperbaiki kinerja BPR dan BPRS, sehingga mereka dapat berperan lebih besar dalam mendukung inklusi keuangan di Indonesia. Sistem ini juga diharapkan dapat digunakan secara gratis oleh BPR dan BPRS yang menjadi anggota LPS, sehingga mereka dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis tanpa terbebani biaya investasi yang tinggi.

“Keberhasilan proyek ini tidak hanya akan meningkatkan daya saing BPR dan BPRS, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas sistem keuangan nasional,” tutup Purbaya.

Tags: BPRBPRSlembaga penjamin simpananLPSPurbaya Yudhi Sadewa
Previous Post

Rupiah Masih Loyo! Hampir Rp16.000 per Dolar AS

Next Post

LPS Tingkatkan Efisiensi, Proses Likuidasi Bank dan Pembayaran Klaim Nasabah Jadi Lebih Cepat

Next Post
Ternyata Ini Alasan OJK Cabut Izin Usaha BPR Pasar Umum Bali

LPS Tingkatkan Efisiensi, Proses Likuidasi Bank dan Pembayaran Klaim Nasabah Jadi Lebih Cepat

  • Trending
  • Comments
  • Latest
PPP LPS Hadir sebagai Solusi Gagal Bayar Asuransi

PPP LPS Hadir sebagai Solusi Gagal Bayar Asuransi

02/12/2025
LPS Jamin Dana Nasabah BPR Dwicahaya Nusaperkasa, Usai Izin Dicabut OJK

Daftar 26 Bank yang Dilikuidasi LPS Periode 2024-2025

12/11/2025
Profil Lengkap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani

Profil Lengkap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani

09/09/2025
Resmi Berubah Nama! Simak Alasan Bank BTPN Menjadi SMBC

Resmi Berubah Nama! Simak Alasan Bank BTPN Menjadi SMBC

11/10/2024
LPS: Negara Perlu Ciptakan Pasar Keuangan yang Efisien

LPS: Negara Perlu Ciptakan Pasar Keuangan yang Efisien

15/10/2021
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

0
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

0
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

0
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

0
Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

0
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

03/01/2026
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

03/01/2026
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

03/01/2026
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

03/01/2026
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

31/12/2025

About Us

Privacy Policy

Redaksi

Pedoman Media Siber

© 2021 Beritaperbankan.id All Rights Reserved.

Add BeritaPerbankan.id to your Homescreen!

Add
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.