BeritaPerbankan – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan kenaikan simpanan masyarakat di perbankan pada berbagai kelompok nominal, mencerminkan meningkatnya aktivitas usaha serta membaiknya kemampuan menabung masyarakat. Data terbaru ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal III 2025 yang digelar Senin (3/11).
Anggito mengatakan bahwa simpanan dengan nominal di atas Rp 5 miliar mencatat pertumbuhan paling signifikan sebesar 16,24 persen, yang menurutnya menunjukkan ekspansi dan peningkatan kinerja sejumlah sektor usaha.
“Untuk simpanan di atas Rp 5 miliar tumbuh sebesar 16,24 persen, ini tumbuh cukup tinggi. Hal-hal ini terkait dengan beberapa kinerja korporasi, ini beberapa sektor yang memang tumbuh dan juga ada kenaikan kredit investasi,” ujarnya.
Pertumbuhan simpanan besar ini menjadi indikator penting bagi stabilitas sistem keuangan karena menggambarkan kepercayaan pelaku usaha terhadap kondisi perekonomian. Aktivitas korporasi yang meningkat biasanya sejalan dengan ekspansi usaha, pembiayaan investasi, dan peningkatan transaksi keuangan. LPS menilai tren ini dapat memberikan sinyal positif bagi perbankan hingga akhir tahun, meskipun dinamika ekonomi global masih menjadi tantangan.
Di sisi lain, simpanan masyarakat dengan nilai di atas Rp 100 juta juga mengalami peningkatan sebesar 4,19 persen. Namun, pertumbuhan ini masih lebih rendah dibandingkan posisi Desember 2024 yang mencapai 4,82 persen.
“Jadi kita akan lihat nanti dalam dua bulan kemudian apakah kondisinya akan lebih baik dari 2024. Kami belum bisa menyampaikan saat ini,” kata Anggito.
LPS juga mencatat pertumbuhan simpanan di bawah Rp 5 juta meningkat 8,55 persen, sementara simpanan antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta tumbuh 7,91 persen. Dengan meningkatnya simpanan besar serta perbaikan pada simpanan kecil, LPS menilai bahwa kondisi perekonomian Indonesia berada pada jalur yang cukup solid.
“Ini merupakan indikasi dari mulai meningkatnya kemampuan penabung berskala kecil, ini observasi kami dari sisi penabung,” jelas Anggito.











