TRENDING
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank 1 month ago
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham 1 month ago
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau 1 month ago
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026 1 month ago
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta 2 months ago
berikutnya
sebelum
Search
15/02/2026
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Search
Close
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Home Bank

LPS Ungkap Penyebab 50 Juta Penduduk Belum Punya Rekening Bank

oleh Permadi
24/11/2025
in Bank
Reading Time:2 mins read
132 1
0
Pertumbuhan Simpanan Nasabah Menengah ke Bawah Rendah, Bos LPS: Dampak Pemulihan Ekonomi Belum Merata
152
SHARE
1.9k
VIEWS
Share on WhatssappShare on Twitter

BeritaPerbankan – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkap sekitar 50 juta penduduk Indonesia belum memiliki rekening bank. Padahal, rekening bank menjadi salah satu prasyarat dasar bagi masyarakat untuk terhubung dengan berbagai layanan ekonomi, termasuk penyaluran bantuan sosial, kredit usaha, hingga aktivitas transaksi digital.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, dalam Munas XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta akhir pekan lalu, menegaskan target pemerintah agar seluruh warga memiliki rekening tunggal. Menurut dia, kepemilikan rekening merupakan fondasi penting untuk memperkuat literasi keuangan dan memastikan program-program ekonomi dapat disalurkan secara efektif dan tepat sasaran.

Data LPS menunjukkan tingkat ketimpangan akses keuangan masih terjadi antarwilayah. Kawasan Kalimantan mencatat porsi penduduk tanpa rekening tertinggi, mencapai 25,55 persen. Disusul wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua sebesar 23,47 persen, Sumatera 19,08 persen dan Jawa  sebesar 19,55 persen. Sementara itu, wilayah Bali dan Nusa Tenggara tercatat dengan persentase terendah, yaitu 14,30 persen. Anggito menilai rendahnya kepemilikan rekening tersebut tidak bisa dilepaskan dari minimnya pemahaman masyarakat tentang fungsi perbankan.

“Banyak masyarakat yang masih kurang literasi keuangan sehingga perlu memahami cara menyimpan dan mengelola uang sejak dini,” ujarnya.

Dalam laporan terbarunya, LPS mencatat jumlah rekening simpanan yang tersimpan di perbankan sekitar 660 juta pada September 2025. Dengan populasi sekitar 250 juta jiwa, angka itu menunjukkan rata-rata hampir tiga rekening per penduduk. Meskipun demikian, penyebaran akses kepemilikan rekening tidak merata, terutama di daerah yang jauh dari pusat ekonomi.

Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Aloysius Gunadi Brata, menilai rendahnya kepemilikan rekening bank merupakan persoalan struktural yang memerlukan intervensi negara. Ia menjelaskan bahwa keterbatasan akses layanan keuangan di wilayah terpencil menjadi faktor utama terhambatnya inklusi.

“Infrastruktur keuangan belum berkembang secara memadai di sejumlah wilayah, terutama daerah 3T. Tanpa intervensi negara, layanan keuangan hanya muncul di lokasi yang dianggap potensial secara ekonomi,” ujarnya.

Menurut Aloysius, kondisi ini membuat sebagian besar masyarakat di wilayah terpencil bergantung pada ekonomi informal yang tidak memerlukan interaksi dengan lembaga keuangan. Ia menambahkan bahwa rendahnya literasi keuangan turut memperburuk situasi. Tidak memiliki rekening bukan berarti tak punya uang, namun mereka tidak memahami fungsi perbankan dan manfaatnya dalam kehidupan ekonomi.

“Ini juga dapat disertai dengan ketidakpercayaan kepada institusi keuangan modern,” kata Aloysius.

Aloysius turut menyoroti hambatan digitalisasi sebagai faktor lain yang menahan peningkatan kepemilikan rekening. Ia mengutip Survei Penetrasi Pengguna Internet Indonesia 2025 yang menunjukkan ketimpangan akses internet antardaerah masih cukup besar. Akses internet di Jawa mencapai 84,69 persen, sementara Bali dan Nusa Tenggara berada di angka 76,86 persen. Sumatra dan Kalimantan sekitar 77 persen, Sulawesi 71,64 persen, dan Papua 69,26 persen. Bahkan, beberapa wilayah hanya mencatat penetrasi sekitar 50 persen.

“Ini menunjukkan pemerataan akses internet masih menjadi persoalan, dan literasi digital pun terkendala,” jelasnya.

Menurut Aloysius, perbaikan akses internet, peningkatan literasi digital, dan pemerataan aktivitas ekonomi menjadi kunci untuk mendorong pemerataan kepemilikan rekening. Ia menekankan bahwa perbaikan kebijakan keuangan harus disertai upaya mengurangi informalisasi ekonomi di daerah yang masih tertinggal.

“Di tengah modernitas, ada yang tersisih dari sistem keuangan dan ekonomi formal,” katanya.

Sementara itu, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB Suhartoko, menilai peningkatan literasi keuangan perlu diimbangi dengan edukasi yang lebih komprehensif. Menurut dia, masyarakat tidak hanya perlu memahami manfaat membuka rekening, tetapi juga memahami risiko serta cara menggunakan produk keuangan dengan bijak.

Tags: lembaga penjamin simpananLPS
Previous Post

LPS Tangani 26 BPR/BPRS dan Jamin 662 Juta Rekening pada 2024-2025

Next Post

LPS Pastikan 1,97 Juta Rekening di Maluku Utara Dijamin Penuh

Next Post
LPS Pastikan 1,97 Juta Rekening di Maluku Utara Dijamin Penuh

LPS Pastikan 1,97 Juta Rekening di Maluku Utara Dijamin Penuh

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Walah, Binance Besok Diblokir AS!

Walah, Binance Besok Diblokir AS!

12/06/2023
Tugas dan Fungsi Badan Supervisi OJK dan LPS

Cara Mengajukan Klaim Penjaminan Simpanan di LPS

09/06/2024
BTN Resmikan Bank Syariah Nasional, Aset Rp100 Triliun

BTN Resmikan Bank Syariah Nasional, Aset Rp100 Triliun

29/12/2025
Per Maret 2024, LPS Jamin 570 Juta Rekening Bank Umum

LPS Selesaikan Likuidasi 137 Bank Sejak 2005 Hingga 2024

23/11/2024
LPS Jamin Dana Nasabah BPR Dwicahaya Nusaperkasa, Usai Izin Dicabut OJK

Daftar 26 Bank yang Dilikuidasi LPS Periode 2024-2025

12/11/2025
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

0
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

0
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

0
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

0
Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

0
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

03/01/2026
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

03/01/2026
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

03/01/2026
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

03/01/2026
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

31/12/2025

About Us

Privacy Policy

Redaksi

Pedoman Media Siber

© 2021 Beritaperbankan.id All Rights Reserved.

Add BeritaPerbankan.id to your Homescreen!

Add
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.