BeritaPerbankan – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan seruan kepada seluruh elemen Persyarikatan untuk memberikan dukungan terhadap Bank Syariah Matahari, yang telah memperoleh izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 18 Juni 2025.
Dalam surat bernomor 124/HIM/1.0/C/2025 dan ditandatangani oleh Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas serta Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin, PP Muhammadiyah mengimbau seluruh unit dan lembaga di bawah naungannya agar menempatkan dana pihak ketiganya (DPK) baik dalam tabungan maupun deposito, di Bank Syariah Matahari.
Selain itu, masyarakat Muhammadiyah diajak untuk menggunakan layanan bank tersebut dalam aktivitas keuangan dan transaksi kelembagaan sehari-hari. PP Muhammadiyah juga meminta agar warga Persyarikatan turut aktif menyosialisasikan keberadaan bank ini serta mendorong pertumbuhannya di daerah masing-masing.
“Diharapkan langkah ini akan memberikan kontribusi besar, tidak hanya bagi kemajuan Persyarikatan, tetapi juga masyarakat luas, sekaligus memperkuat penerapan ekonomi syariah yang inklusif,” demikian pernyataan lanjutan dalam surat itu.
Pemilihan Bank Syariah Matahari sebagai basis transformasi dilakukan karena Muhammadiyah menghadapi tantangan dalam menggabungkan 17 BPRS yang dimilikinya ke dalam satu entitas tunggal.
“Bank Matahari Artha Daya akan menjadi cikal bakal bank umum tersebut, sementara BPRS lain akan bergabung sebagai pemegang saham. Proses ini bukan merger, melainkan transformasi di mana satu entitas menjadi pusat konsolidasi,” jelas Mukhaer Pakkanna, Wakil Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PP Muhammadiyah, dalam sebuah acara di Jakarta pada Rabu (25/6/2025).
Mukhaer juga menargetkan Bank Syariah Matahari bisa beroperasi tahun ini, oleh karenanya pihaknya tengah menyiapkan modal inti, setidaknya Rp100 miliar untuk masuk kategori buku 1, sebelum nantinya naik kelas ke buku 4 sebagai bank umum.











