BeritaPerbankan -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Regional III Sulampua (Sulawesi, Maluku, Papua) terus menggencarkan edukasi literasi keuangan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari program nasional bertajuk Bulan Literasi Keuangan yang berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2025. Salah satu tujuannya adalah mencetak “Duta Literasi Keuangan” yang akan bertugas menyebarkan informasi dan pemahaman keuangan kepada masyarakat luas.
“Melalui program ini, kami ingin melahirkan duta-duta baru yang mampu menjadi agen perubahan di tengah maraknya penipuan dan aktivitas keuangan ilegal,” ungkap Shintia Wijayanti, Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Sultra, Kamis (19/6).
Sasar Empat Perguruan Tinggi di Kendari
Dalam pelaksanaan edukasi ini, OJK menyasar empat kampus utama di Kendari, yaitu Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Muhammadiyah Kendari, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari.
“Hari ini kami menggelar kegiatan di IAIN Kendari. Sebelumnya kami sudah ke Universitas Muhammadiyah dan UHO, lalu besok ke STIE 66,” jelas Shintia.
Selama sosialisasi, para mahasiswa diperkenalkan pada berbagai produk dan layanan keuangan serta peran penting lembaga jasa keuangan, termasuk fungsi OJK dalam mengawasi dan melindungi konsumen dari praktik keuangan bermasalah.
Peran Strategis Duta Literasi
Para mahasiswa yang terpilih sebagai duta literasi akan secara aktif menyampaikan edukasi ke masyarakat dan melaporkan aktivitasnya kepada OJK. Mereka juga berpeluang memperoleh penghargaan dari OJK, baik di tingkat pusat maupun daerah, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Shintia menambahkan bahwa pemilihan duta literasi tidak hanya dilakukan di Sulawesi Tenggara, tetapi berentak di seluruh Indonesia. Ia berharap para duta literasi akan menjadi penggerak literasi keuangan nasional yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga mampu meminimalisir terjadinya kejahatan siber, investasi bodong dan pijaman ilegal, yang disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang literasi keuangan.
Selain mengedukasi mahasiswa, OJK Sultra juga aktif memberikan edukasi ke masyarakat umum di 17 kabupaten/kota. Hingga pertengahan Juni 2025, mereka telah menjangkau 15 daerah. Dua wilayah yang tersisa adalah Kabupaten Wakatobi dan Kolaka Utara.
“Kami terus mendorong pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengenali risiko dan manfaat produk keuangan agar terhindar dari jebakan investasi bodong dan pinjaman ilegal,” tutup Shintia.











