BeritaPerbankan – Pay later menjadi salah satu metode pembayaran yang sedang tren terutama di kalangan kaum milenial. Promo menarik dan kemudahan yang ditawarkan terbukti mampu memikat banyak orang untuk menggunakan pay later dalam setiap transaksi baik di e-commerce, pembelian tiket pesawat, booking hotel, makan di restoran bahkan ongkos ojek online pun sekarang bisa menggunakan metode pembayaran pay later.
Pay later bagi sebagian orang adalah penyelamat disaat kondisi mendesak. Tapi ada juga yang memanfaatkan pay later untuk berbelanja kebutuhan yang sebenarnya tidak terlalu penting tapi tetap saja dibeli dengan alasan ada promo pay later, bisa dibayar setelah gajian sehingga memunculkan gaya hidup konsumtif.
Anda yang saat ini gemar menggunakan pay later atau yang masih pikir-pikir pakai pay later, harus simak artikel ini sampai selesai. Pay later bisa jadi penyelamat tapi juga bisa bikin keuangan kita tamat. Kenapa? Simak ulasannya berikut ini.
Apa itu Pay Later?
Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, pay later bisa diartikan ‘bayar nanti’, ngutang atau kredit. Juru bicara OJK Sekar Putih Djarot menjelaskan bahwa paylater adalah layanan untuk menunda pembayaran atau berutang yang wajib dilunasi di kemudian hari.
Fitur transaksi digital pay later memang sedang jadi tren di kalangan masyarakat terutama kaum milenial. Hampir semua e-commerce menjadikan pay later sebagai salah satu alternatif metode pembayaran. Bekerjasama dengan perusahaan fintech, pay later menawarkan kemudahan bertransaksi bagi pelanggan yang ingin berbelanja namun belum memiliki uang.
Sebut saja tokopedia pay later yang memanfaatkan layanan Indodana PayLater . Ada juga Shoppe paylater yang merupakan kolaborasi antara PT Commerce Finance dan Shopee International Indonesia. Anda yang gemar traveling, berburu tiket hotel, pesawat dan kereta pasti mengenal fitur Traveloka PayLater Card. Bahkan sekarang Traveloka PayLater Card sudah bisa digunakan di sejumlah merchant online maupun offline di dalam dan luar negeri.
Start-up Gojek juga tak ingin ketinggalan. Terkenal dengan fitur pembayaran Gopay Later, pelanggan bisa memesan GoRide, GoCar hingga GoFood dan membayar tagihan di akhir bulan. Hingga saat ini GoPay Later memiliki limit Rp. 250 ribu dan Rp. 1,3 juta.
Cara kerja paylater mirip kartu kredit, dimana pengguna harus melunasi dana yang digunakan beserta bunga yang ditetapkan. Jika telat membayar setelah jatuh tempo akan ada denda yang wajib dibayarkan oleh pengguna.
Pay Later Bisa Jadi Penyelamat ?
Fitur pay later pada dasarnya dibuat untuk mempermudah transaksi dalam keadaan darurat. Artinya anda sebaiknya menggunakan fitur ini saat harus membeli barang atau jasa tertentu yang bersifat penting dan mendesak tidak bisa lagi ditunda.
Pay later bisa anda gunakan untuk memproleh promo yang ditawarkan. Tapi ingat barang atau jasa yang anda beli dengan promo haruslah barang dan jasa yang benar-benar anda perlukan.
Menyesuaikan kemampuan finansial kita dengan limit pay later. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Tetap bijak membelanjakan uang yang selama ini susah payah anda dapatkan. Anda pasti tidak mau kan seumur hidup bergulat dengan utang sana sini?.
Cermat memilih paylater bisa jadi penyelamat anda. Pastikan perusahaan yang membuat produk paylater sudah terdaftar di OJK, pahami syarat dan ketentuannya. Apa saja yang harus diperhatikan?
- Beban Bunga : Semakin lama tenor yang anda pilih maka bunga yang dibebankan juga semakin besar
- Tenor Cicilan : Sesuaikan tenor dengan kemampuan anda. Jika anda bisa melunasi dalam waktu satu bulan (saat gajian) itu jauh lebih baik karena bunga yang anda bayarkan akan lebih kecil.
- Limit Pinjaman : Pilih limit yang sesuai dengan kemampuan finansial anda. Pegang teguh prinsip beli saat butuh. Gunakan paylater saat kondisi darurat saja. Jangan tergiur dengan berbagai promo penawaran limit pinjaman yang lebih tinggi.
- Denda : Penting bagi anda untuk tahu besaran denda yang harus dibayar kalau anda tidak bisa membayar saat jatuh tempo.
- Pastikan hanya menggunakan produk keuangan digital dari perusahaan yang terdaftar di OJK
Dampak Negatif Penggunaan Pay Later
Metode pay later yang kini tersedia di berbagai platform e-commerce dan merchant-merchant baik online maupun offline semakin memudahkan pengguna untuk membeli apapun yang mereka inginkan tanpa harus menabung dulu. Mereka bisa bayar saat gajian nanti.
Segudang kemudahan yang diberikan pay later seringkali membuat seseorang terlena dan kebablasan menggunakan limit pay later di berbagai jenis pay later. Apa saja dampak negatif dari penggunaan pay later dalam kehidupan kita?
Gaya Hidup Konsumtif
Pay later sering kali dijadikan alasan bagi sebagian orang yang berbudget tipis tapi keinginanya banyak. Tidak sedikit yang menggunakan fitur bayar nanti untuk membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan, atau membeli tiket perjalanan, hotel untuk liburan padahal masih ada pilihan lain berlibur dengan budget hemat tanpa harus memaksakan diri menggunakan pay later.
Memicu budaya ngutang
Seperti yang sudah di sampaikan di awal artikel ini, pay later hanyalah nama lain dari berhutang atau kredit. Kemudahan bertransaksi saat dompet belum terisi membuat kita lebih mudah berhutang. Menghindari berutang adalah hal tang baik agar kondisi finansial anda sehat. Banyak utang juga bikin kita tidak tenang. Gajian di awal bulan hanya numpang lewat, ludes bayar tagihan pay later di sana sini.
Boleh saja menggunakan pay later atau berhutang, tetapi peruntukannya harus bijak. Beli barang atau jasa yang sangat dibutuhkan. Akan lebih baik jika fitur pay later anda gunakan untuk membeli barang yang akan menghasilkan uang, anggap saja seperti modal usaha. Jadi uang pinjaman menjadi lebih produktif.
Keuangan Tidak Sehat
Sempat di singgung di atas bahwa tagihan utang tiap bulan bakal mengganggu kesehatan finansial dan mental juga. Anda harus cermat membagi uang gaji untuk beragam tagihan dan keperluan sehari-hari. Mungkin anda merasa sanggup membayar tagihan pay later, tapi coba anda akumulasikan berapa bunga yang anda bayarkan tiap bulan, seberapa bernilai barang dan jasa yang anda beli dengan pay later. Hal itu bisa jadi pertimbangan anda untuk lebih bijak mengelola keuangan dengan tetap berpegang pada kemampuan dan kebutuhan.
Data Pribadi Anda Yakin Aman?
Salah satu syarat untuk bisa mengajukan pay later adalah dengan mengisi biodata lengkap dengan foto KTP. Kita bisa saja percaya pada platform yang menawarkan fitur pay later itu, tapi siapa yang bisa menjamin data-data kita aman ada di sana? Anda pasti sudah pernah mendengar ratusan juta data diretas bukan?
Pada beberapa kasus pelaku kejahatan siber menggunakan identitas orang lain untuk mengajukan pinjaman, menggunakan limit pay later, pada akhirnya pemilik identitas itulah yang harus membayar seluruh tagihan. Menjaga kerahasiaan dan keamanan data harus mulai dari diri kita sendiri.