TRENDING
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank 1 month ago
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham 1 month ago
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau 1 month ago
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026 1 month ago
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta 1 month ago
berikutnya
sebelum
Search
07/02/2026
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Search
Close
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Home Ekonomi

Para Ekonom Serukan Pembatalan Rencana PPN 12%!

Survei BI per Oktober 2024: IKK di Titik Terendah dalam Dua Tahun Terakhir

oleh Nara
12/11/2024
in Ekonomi
Reading Time:1 min read
125 8
0
Para Ekonom Serukan Pembatalan Rencana PPN 12%!
152
SHARE
1.9k
VIEWS
Share on WhatssappShare on Twitter

BeritaPerbankan – Survei konsumen Bank Indonesia (BI) pada Oktober 2024 menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai titik terendah dalam dua tahun terakhir. Rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% oleh Presiden Prabowo pada periodenya menjadi sorotan ekonom.

Menanggapi data BI tersebut, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), M. Faisal, menganggap penurunan IKK ini sebagai hal yang tidak biasa. Menurutnya, tren penurunan ini terjadi meskipun ekonomi Indonesia dalam keadaan yang relatif stabil. “Dalam kondisi ekonomi yang normal, penurunan ini tentu perlu dicermati karena mengindikasikan adanya perlambatan,” ujar Faisal pada Senin, (11/11/2024).

Melihat situasi tersebut, Faisal menyarankan pemerintah agar tidak mengeluarkan kebijakan yang dapat memperburuk kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi di masa depan. Salah satu langkah yang bisa diambil, katanya, adalah dengan membatalkan rencana kenaikan PPN menjadi 12%. “Jika kebijakan yang diambil justru memperburuk situasi, hal ini dapat semakin menekan konsumsi rumah tangga,” tambahnya.

Dalam survei BI Oktober 2024, IKK tercatat pada angka 121,1, turun 2,4 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Meskipun angka ini masih tergolong optimis, level tersebut merupakan yang terendah dalam dua tahun terakhir.

Hal senada diungkap Telisa Aulia Falianty, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), yang mengatakan penurunan keyakinan konsumen ini sudah bisa diprediksi dari fenomena deflasi yang terjadi selama lima bulan berturut-turut. Menurutnya, penurunan kepercayaan konsumen dan deflasi menunjukkan adanya pelemahan daya beli di masyarakat.

“Dari sisi riil, keyakinan konsumen memang mengalami penurunan,” katanya. Melihat kondisi ini, Telisa mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali rencana kenaikan PPN menjadi 12%, karena dampaknya terhadap daya beli masyarakat bisa sangat signifikan.

Ekonom senior dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menambahkan bahwa penurunan keyakinan konsumen ini mencerminkan keraguan masyarakat terhadap kondisi ekonomi mereka di masa depan. Menurutnya, banyaknya kasus pemutusan hubungan kerja dan peningkatan biaya hidup membuat konsumen merasa kurang aman.

Source: konsumsi-warga-ri-anjlok-ekonom-minta-kenaikan-ppn-12-dibatalkan
Tags: para ekonomPPN 12%
Previous Post

Rekor Tertinggi! Nilai Bitcoin Tembus US$ 89.000

Next Post

LPS: Menabung Kunci Menuju Kemerdekaan Finansial dan Stabilitas Ekonomi

Next Post
LPS: Menabung Kunci Menuju Kemerdekaan Finansial dan Stabilitas Ekonomi

LPS: Menabung Kunci Menuju Kemerdekaan Finansial dan Stabilitas Ekonomi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dulu Produsen Chip Terbesar di Dunia, Nasib Intel Kini Miris

Dulu Produsen Chip Terbesar di Dunia, Nasib Intel Kini Miris

24/09/2024
LPS Gugat Pengurus/Pemegang Saham Bank Gagal yang Nakal. Ini Daftar Bank dan Pengurusnya!

LPS Akan Mengkaji Lagi Wacana Pemberian Potongan Premi bagi Perbankan yang Menyalurkan Kredit Hijau

23/11/2022
LPS Jamin Dana Nasabah BPR Dwicahaya Nusaperkasa, Usai Izin Dicabut OJK

Daftar 26 Bank yang Dilikuidasi LPS Periode 2024-2025

12/11/2025
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

03/01/2026
LPS dan Polri Perkuat Kerja Sama Penanganan Kasus Perbankan

LPS dan Polri Perkuat Kerja Sama Penanganan Kasus Perbankan

14/11/2024
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

0
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

0
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

0
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

0
Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

0
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

03/01/2026
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

03/01/2026
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

03/01/2026
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

03/01/2026
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

31/12/2025

About Us

Privacy Policy

Redaksi

Pedoman Media Siber

© 2021 Beritaperbankan.id All Rights Reserved.

Add BeritaPerbankan.id to your Homescreen!

Add
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.