TRENDING
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank 1 month ago
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham 1 month ago
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau 1 month ago
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026 1 month ago
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta 2 months ago
berikutnya
sebelum
Search
15/02/2026
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Search
Close
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Home Asuransi

Perkuat Industri Asuransi, LPS Siapkan Skema Penjaminan Polis

oleh Permadi
03/08/2025
in Uncategorized
Reading Time:2 mins read
132 1
0
Industri Asuransi Minta OJK Segera Bentuk Lembaga Penjamin Polis (LPP) Layaknya LPS di Industri Perbankan

Insurance files

153
SHARE
1.9k
VIEWS
Share on WhatssappShare on Twitter

BeritaPerbankan – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menargetkan Program Penjaminan Polis (PPP) mulai berlaku pada 2028, sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mereformasi sektor keuangan nasional. Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi.

Melalui program ini, LPS akan menjamin hak-hak pemegang polis saat terjadi krisis atau kegagalan perusahaan asuransi sesuai dengan amanat UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyebut bahwa PPP memiliki potensi besar untuk memperkuat perlindungan sosial dan finansial secara nasional, asalkan dijalankan secara akuntabel dan berdasarkan prinsip kehati-hatian.

AAUI juga menyoroti tantangan teknis dan administratif dalam pelaksanaan PPP. Salah satu perhatian utama ialah kesiapan perusahaan asuransi dalam menyesuaikan diri terhadap beban biaya tambahan, seperti iuran penjaminan.

Budi menekankan pentingnya desain program yang seimbang. Menurutnya, perlindungan terhadap nasabah memang menjadi prioritas, namun keberlangsungan operasional perusahaan juga harus dijaga. Ia mengusulkan agar ada batasan manfaat atau limit of coverage sebagai salah satu mekanisme untuk menghindari moral hazard.

“Batas manfaat harus dikaji secara cermat. Besarannya perlu disesuaikan dengan profil risiko dan kapasitas fiskal lembaga penjamin,” jelas Budi.

Salah satu aspek teknis yang kini dalam tahap pembahasan adalah besaran iuran penjaminan. Rencananya, perusahaan asuransi peserta PPP akan dikenakan iuran dua kali dalam setahun, yakni setiap Januari dan Juli. Skema ini dirancang menyerupai sistem iuran di sektor perbankan.

Namun, menurut AAUI, perhitungan iuran harus memperhatikan prinsip keadilan. Pendekatan yang adil dan berkelanjutan diperlukan agar semua pelaku industri dapat berpartisipasi aktif tanpa merasa terbebani secara finansial.

Selain iuran, pemerintah dan regulator juga membahas batas maksimum manfaat pertanggungan yang akan diberikan kepada pemegang polis. Penetapan ini diharapkan mampu melindungi konsumen tanpa mengganggu stabilitas finansial perusahaan asuransi.

Dari sisi produk, LPS menegaskan bahwa tidak semua jenis asuransi akan dijamin dalam PPP. Hanya produk asuransi komersial dengan unsur proteksi yang akan dijamin. Produk seperti unitlink tidak akan dijamin untuk unsur investasinya, sementara asuransi sosial dan wajib seperti BPJS juga tidak termasuk dalam cakupan.

“Kalau ada produk unitlink, kami tak menjamin unsur investasinya. Selain itu, asuransi sosial dan asuransi wajib juga dikecualikan dari program,” kata Ridwan Nasution, Direktur Eksekutif Manajemen Strategis dan Perumusan Kebijakan LPS.

Agar dapat mengikuti program ini, perusahaan asuransi harus memenuhi standar kesehatan keuangan tertentu. Indikator utama yang akan digunakan adalah Risk Based Capital (RBC), yang akan menjadi tolok ukur kelayakan untuk ikut serta dalam skema penjaminan ini. LPS memastikan bahwa hanya perusahaan yang sehat secara finansial yang dapat menjadi peserta PPP, sehingga potensi risiko sistemik dapat ditekan sejak awal.

Tags: AsuransiLPSojkpolisprogram penjaminan polisUU P2SK
Previous Post

LPS Siapkan Rp160 Miliar untuk Digitalisasi BPR, Proyek Perdana Dimulai di Jabodetabek

Next Post

Dari Seminar hingga Musik, LPS Financial Festival 2025 Siap Ramaikan Surabaya

Next Post
Dari Seminar hingga Musik, LPS Financial Festival 2025 Siap Ramaikan Surabaya

Dari Seminar hingga Musik, LPS Financial Festival 2025 Siap Ramaikan Surabaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Walah, Binance Besok Diblokir AS!

Walah, Binance Besok Diblokir AS!

12/06/2023
Tugas dan Fungsi Badan Supervisi OJK dan LPS

Cara Mengajukan Klaim Penjaminan Simpanan di LPS

09/06/2024
BTN Resmikan Bank Syariah Nasional, Aset Rp100 Triliun

BTN Resmikan Bank Syariah Nasional, Aset Rp100 Triliun

29/12/2025
Per Maret 2024, LPS Jamin 570 Juta Rekening Bank Umum

LPS Selesaikan Likuidasi 137 Bank Sejak 2005 Hingga 2024

23/11/2024
LPS Jamin Dana Nasabah BPR Dwicahaya Nusaperkasa, Usai Izin Dicabut OJK

Daftar 26 Bank yang Dilikuidasi LPS Periode 2024-2025

12/11/2025
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

0
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

0
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

0
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

0
Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

0
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

03/01/2026
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

03/01/2026
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

03/01/2026
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

03/01/2026
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

31/12/2025

About Us

Privacy Policy

Redaksi

Pedoman Media Siber

© 2021 Beritaperbankan.id All Rights Reserved.

Add BeritaPerbankan.id to your Homescreen!

Add
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.