BeritaPerbankan – Proses seleksi calon Wakil Ketua Dewan Komisioner (DK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2025–2030 memasuki babak akhir. Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengajukan dua nama calon ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), yang akan segera menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada 2 Juli 2025.
Dua nama yang diusulkan adalah Doddy Zulverdi dan Farid Azhar Nasution. Pengajuan tersebut tercantum dalam surat Presiden bernomor R28/Pres/05/2025 tertanggal 20 Mei 2025, yang dibacakan Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir dalam Rapat Paripurna DPR pada Senin, 27 Mei 2025.
Berikut ini adalah profil singkat kedua calon Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS:
Doddy Zulverdi
Saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif – Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola di Bank Indonesia. Ia memiliki pengalaman panjang di bank sentral, tempat ia memulai kariernya pada tahun 1993.
Doddy lahir di Bandung pada 1969 dan menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Padjadjaran (Unpad), jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan pada 1991. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Columbia University, AS, dan meraih gelar Master dalam bidang Economic Policy Management pada 1997.
Kariernya di BI mencakup berbagai posisi strategis, di antaranya sebagai:
-
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter (2015–2018)
-
Kepala Departemen Internasional (2018–2022)
-
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara (2022–2023)
-
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur (2023)
Farid Azhar Nasution
Farid dikenal luas di kalangan industri keuangan. Ia saat ini menjabat sebagai Anggota Badan Supervisi LPS sejak akhir 2023. Riwayat karier dan pendidikannya menunjukkan keahlian yang mendalam di bidang keuangan, investasi, dan tata kelola perusahaan.
Farid mengawali pendidikan di bidang Akuntansi dari STAN (kini PKN STAN) dan lulus pada 1992. Ia melanjutkan ke jenjang pascasarjana di Universitas Prasetiya Mulya dan Institut Pertanian Bogor (IPB) University, serta mengikuti Program Eksekutif di London Business School dalam bidang Merger & Akuisisi serta Advanced Corporate Finance.
Pengalaman profesional Farid terentang luas, di antaranya:
-
Auditor Kementerian Keuangan (1992–1995)
-
Konsultan di KPMG Indonesia dan Manajer Keuangan Dentsu (1995–1999)
-
Manajer dan AVP di Indonesia Financial Group (2000–2014)
-
Kepala Divisi Investasi dan Direktur di LPS (2014–2020)
-
Direktur Keuangan di Jiwasraya dan IFG Life (2020–2022)
-
Penasihat Senior Henan Asset Management (2024–sekarang)
-
Anggota Komite GCG Terpadu IFG (sejak 2024)
Dengan pengalaman panjang dan rekam jejak profesional yang kuat, baik Doddy maupun Farid dinilai sebagai figur kompeten untuk mengisi kursi Wakil Ketua DK LPS. Keputusan akhir akan ditentukan setelah proses fit and proper test oleh Komisi XI DPR RI.











