BeritaPerbankan – Grab Indonesia memberikan tanggapan atas maraknya aksi solidaritas di platform X (dulu Twitter), di mana warganet dari berbagai negara Asia Tenggara ramai-ramai memesan makanan untuk mitra pengemudi ojek online di Indonesia.
Fenomena ini muncul lewat tren tagar #SEAblings sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi demonstrasi yang meluas di Indonesia dalam beberapa hari terakhir.
Tyas Widyastuti, Director of Mobility, Food and Logistics Grab Indonesia, mengaku tidak menyangka dukungan dari masyarakat lintas negara bisa sebesar ini. “Kami tidak menduga dukungan yang datang begitu luas, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, kepada para Mitra Grab.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan pengguna Grab, tidak hanya dari Asia Tenggara tetapi juga dari berbagai negara lain,” kata Tyas, Rabu (3/9/2025). Tercatat, sebagian pesanan bahkan dilakukan melalui nomor asing.
Menurut data internal Grab, selama sepekan terakhir terjadi lonjakan pesanan GrabFood, terutama di akhir pekan lalu. Tercatat, sebagian pesanan bahkan dilakukan melalui nomor asing. Tyas menyebut, dukungan ini menjadi simbol kehangatan, kebersamaan, dan solidaritas yang sangat berarti bagi pengemudi maupun merchant.
Dalam rangka menyalurkan dukungan, Grab menyediakan fitur spesial “Traktir Driver” di platform GrabFood yang memungkinkan konsumen membeli menu tertentu untuk diberikan langsung kepada pengemudi yang sedang aktif menerima pesanan.
Fitur tersebut dapat diakses dengan dua cara: mencari kata kunci “traktir driver” di GrabFood atau memilih opsi khusus yang tersedia di halaman utama aplikasi. Sejumlah merchant besar, seperti Hangry Group, juga telah ikut serta dalam program ini.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, perusahaan menyarankan pelanggan memilih titik pengantaran yang paling dekat dengan restoran atau merchant. Dengan cara ini, makanan maupun barang bisa segera diserahkan langsung kepada mitra pengemudi.
Selain itu, Grab mengingatkan pengemudi dan merchant agar membatalkan pesanan bila lokasi pengantaran dinilai kurang aman. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan dan keamanan semua pihak sebagai prioritas utama.











