BeritaPerbankan – Sejumlah bank digital menyiapkan strategi untuk menjaga loyalitas nasabah di tengah penurunan tingkat bunga simpanan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Upaya ini dilakukan agar pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tetap terjaga.
PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) misalnya, mengandalkan program loyalitas dan referral berbasis insentif serta pengembangan layanan digital untuk tetap relevan dengan kebutuhan nasabah. Sementara itu, PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) menawarkan bunga simpanan yang kompetitif, produk tabungan fleksibel Allo Grow dengan bunga hingga 6,5% per tahun, serta hadiah cashback bagi nasabah.
PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) fokus meningkatkan pengalaman pengguna lewat layanan Digital Saving Bank Raya, mendorong transaksi non-tunai seperti QRIS, serta memperkenalkan layanan melalui promosi dan sponsorship di berbagai acara massal.
Di sisi lain, LPS memangkas tingkat bunga penjaminan (TBP) sebesar 25 basis poin menjadi 3,50% untuk simpanan rupiah di bank umum, 6,00% di BPR, dan 2,00% untuk valas. Kebijakan ini berlaku mulai 1 Oktober 2025 hingga 31 Januari 2026, namun dapat ditinjau kembali bila terjadi perubahan ekonomi signifikan.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan DPK melambat. Per Juli 2025, DPK tumbuh 7% secara tahunan namun turun 0,37% secara bulanan, dengan perlambatan terutama terjadi pada pertumbuhan giro dan deposito.











