TRENDING
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank 1 week ago
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham 2 weeks ago
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau 2 weeks ago
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026 2 weeks ago
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta 2 weeks ago
berikutnya
sebelum
Search
13/01/2026
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Search
Close
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Bank
  • Fintech
  • Saham
  • Syariah
  • Teknologi
  • Infographic
  • Video
Home Ekonomi

Strategi LPS Menghadapi Fenomena Penurunan Kelas Menengah

oleh Permadi
08/09/2024
in Ekonomi
Reading Time:2 mins read
124 9
0
Strategi LPS Menghadapi Fenomena Penurunan Kelas Menengah
152
SHARE
1.9k
VIEWS
Share on WhatssappShare on Twitter

BeritaPerbankan – Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan adanya penurunan jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia, yang hanya tersisa 47,85 juta jiwa. Angka ini turun dibandingkan tahun 2023, di mana kelas menengah mencapai 48,27 juta jiwa. Bahkan penurunan ini lebih drastis, jika dibandingkan dengan data pada tahun 2019, di mana jumlah kelas menengah berada di kisaran 57,33 juta jiwa. Ini artinya dalam kurun waktu lima tahun, Indonesia kehilangan sekitar 9,48 juta masyarakat kelas menengah.

Fenomena ini menjadi perhatian utama berbagai pihak, termasuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sebagai institusi yang bertugas menjamin simpanan nasabah perbankan di Indonesia, LPS turut mengamati dampak dari penurunan kelas menengah ini terhadap stabilitas perekonomian nasional.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan pentingnya mengidentifikasi kelemahan dalam sistem perekonomian untuk memahami penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi sebagai landasan dalam menetapkan strategi dan kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Kita perlu melakukan asesmen terhadap kelemahan yang ada. Setelah kita tahu penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi, stabilitas bisa dijaga, dan kita bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik ke depannya,” ujar Purbaya dalam acara Bloomberg CEO Forum di Jakarta pada awal September 2024.

Menurut Purbaya, ada tiga elemen penting yang perlu diperkuat untuk mendorong perekonomian: peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), optimalisasi kemajuan teknologi, dan sinergi yang lebih efektif antara para pemangku kepentingan. Ketiga faktor ini dianggap sebagai fondasi penting dalam mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama beberapa tahun terakhir terlihat melambat.

Salah satu langkah yang diambil oleh LPS dalam menghadapi situasi ekonomi yang tidak stabil adalah memperkenalkan peran dan fungsinya sebagai lembaga penjamin simpanan kepada masyarakat luas. Kehadiran LPS bertujuan untuk menjaga ketenangan publik dengan memastikan bahwa simpanan mereka di bank terlindungi. LPS menyatakan, jika kepercayaan masyarakat terhadap keamanan simpanan di bank terjaga, maka gejolak keuangan yang kecil tidak akan memicu kepanikan besar.

Dalam laporan terbaru LPS, disebutkan bahwa 99,9% dari total 578,5 juta rekening di Indonesia telah dijamin oleh LPS, dengan nilai simpanan maksimal yang dijamin mencapai Rp2 miliar per nasabah. Ini artinya hampir seluruh nasabah perbankan merasa aman karena simpanan mereka dilindungi. Hanya sekitar 0,1% rekening yang dijamin sebagian, namun itu pun masih dalam batas toleransi yang diatur LPS.

“Tugas utama kami adalah memastikan masyarakat memahami fungsi LPS, sehingga mereka tidak panik dan menarik simpanan mereka ketika ada sedikit guncangan dalam perekonomian,” tambahnya.

Meskipun jumlah kelas menengah menurun, data perbankan menunjukkan bahwa jumlah simpanan di Bank Umum (BU) tetap mengalami kenaikan. Berdasarkan laporan Bank Umum Terintegrasi yang dihimpun dari 106 bank di Indonesia, total nominal simpanan pada Mei 2024 mencapai Rp8.757 triliun, naik 0,6% dibandingkan bulan sebelumnya. Data ini mencakup dana pihak ketiga serta simpanan dari bank lain, namun tidak termasuk simpanan di kantor cabang bank yang beroperasi di luar negeri.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan ekonomi, sektor perbankan masih mampu menjaga likuiditas yang cukup. Hal ini juga memperkuat peran LPS dalam memastikan bahwa simpanan nasabah tetap aman, yang pada gilirannya membantu menjaga stabilitas sistem perbankan nasional.

Kehilangan hampir 10 juta masyarakat kelas menengah dalam lima tahun terakhir menjadi sinyal bahwa ada masalah struktural dalam ekonomi Indonesia. Purbaya menambahkan, dalam menghadapi tantangan ini, pemerintah dan pihak terkait perlu memperkuat kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan kelas menengah.

 

Tags: Bloomberg CEO Forum 2024bpslembaga penjamin simpananLPSPurbaya Yudhi Sadewa
Previous Post

LPS: Premi PRP Tidak Akan Memberatkan Bank

Next Post

LPS Soroti Turunnya Kelas Menengah, Stabilitas Ekonomi Jadi Fokus Utama

Next Post
LPS Jamin 99,94% Rekening Bank Umum hingga Juni 2024

LPS Soroti Turunnya Kelas Menengah, Stabilitas Ekonomi Jadi Fokus Utama

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Lengkap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani

Profil Lengkap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani

09/09/2025
LPS Jamin Dana Nasabah BPR Dwicahaya Nusaperkasa, Usai Izin Dicabut OJK

Daftar 26 Bank yang Dilikuidasi LPS Periode 2024-2025

12/11/2025
LPS Gandeng Industri Asuransi Siapkan Program Penjaminan Polis

LPS Siapkan Skema Premi Untuk Program Penjaminan Polis

07/11/2025
LPS: Negara Perlu Ciptakan Pasar Keuangan yang Efisien

LPS: Negara Perlu Ciptakan Pasar Keuangan yang Efisien

15/10/2021
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

03/01/2026
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

0
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

0
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

0
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

0
Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

Jumlah Investor Melejit, Transaksi Pasar Saham Menguat di 2025

0
Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

Awal 2026, Ini Daftar Terbaru Biaya Admin Tabungan Bank

03/01/2026
Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

Purbaya Tunggu Aksi Nyata BEI Berantas Goreng Saham

03/01/2026
Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

Awal Tahun 2026, IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

03/01/2026
Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

Penetapan TBP LPS Jadi Sorotan Awal Tahun 2026

03/01/2026
LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

LPS Percepat Program Penjaminan Polis, Nilai Jaminan hingga Rp700 Juta

31/12/2025

About Us

Privacy Policy

Redaksi

Pedoman Media Siber

© 2021 Beritaperbankan.id All Rights Reserved.

Add BeritaPerbankan.id to your Homescreen!

Add
Tidak Ada
Lihat Semua Hasil
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.